Harga Energi Melambung, Biaya Produksi Industri RI Bisa Naik Hingga 2%

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:21 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.

Harga Energi Melambung, Biaya Produksi Industri RI Bisa Naik Hingga 2%

Memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global, terutama akibat terganggunya pelayaran di Selat Hormuz. Dampak langsung dari kondisi ini adalah lonjakan harga energi yang memicu tekanan lanjutan pada berbagai sektor ekonomi.

Menurut data Investing pada Rabu (18/3) pukul 17.19 WIB, harga minyak mentah Brent telah mencapai US$ 103,32/barel atau melonjak 42,55% sejak serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Lonjakan ini mencerminkan tingginya tekanan di pasar energi global yang berpotensi menular ke biaya produksi domestik.

Riset LPEM FEB UI berjudul “Dampak Perang Iran-AS terhadap Perekonomian Indonesia” mengungkapkan bahwa kenaikan harga energi berdampak signifikan terhadap biaya produksi sektor manufaktur. Setiap kenaikan 10% harga energi dapat meningkatkan biaya produksi hingga 2,15% pada sektor mineral non-logam, menjadikannya sektor paling terdampak.

Selain itu, industri kendaraan bermotor mengalami kenaikan biaya produksi sebesar 1,60% untuk setiap kenaikan 10% harga energi. Industri kertas dan kimia juga terdampak masing-masing sebesar 0,85% dan 0,76%. 

Dampak serupa turut dirasakan sektor lain seperti produk minyak olahan sebesar 0,70%, instrumen medis dan optik sebesar 0,52%, kayu dan gabus sebesar 0,45%, alat angkutan lain sebesar 0,44%, tekstil sebesar 0,39%, serta pakaian jadi sebesar 0,37%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga energi memiliki efek luas terhadap struktur biaya industri nasional.

Data Terkait

bi-rate-oktober-2026-ditahan-575-inflasi-masih-di-atas-target
Ekonomi

BI-Rate Oktober 2026 Ditahan 5,75%, Inflasi Masih di Atas Target

Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada Oktober 2026, sementara inflasi September mencapai 3,28% yoy.

3 hari yang lalu

53-ribu-orang-terdampak-phk-hingga-agustus-2026-ini-penyebabnya
Ekonomi

53 Ribu Orang Terdampak PHK hingga Agustus 2026, Ini Penyebabnya

PHK dalam sistem JKP mencapai 53.491 orang hingga Agustus 2026, turun 21,26% yoy akibat tekanan pasar global hingga biaya produksi.

30 Sep 2026

eskalasi-terkini-konflik-timur-tengah
Internasional

Eskalasi Terkini Konflik Timur Tengah

Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di kawasan Timur Tengah sejak akhir Agustus 2026.

3 Sep 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

7 Agu 2026

pmi-manufaktur-ri-turun-ke-4690-bi-masih-optimistis-ekspansif
Ekonomi

PMI Manufaktur RI Turun ke 46,90, BI Masih Optimistis Ekspansif

PMI manufaktur S&P turun ke 46,90 pada Juni 2026 dan menandakan kontraksi, sementara PMI Bank Indonesia masih berada di zona ekspansi serta diproyeksi menguat pada triwulan III-2026.

19 Jul 2026