Harga minyak dunia meningkat dalam sepekan terakhir. Pada awal Maret 2026, harga West Texas Intermediate naik 23,89%, dari US$ 71,23 per barel pada 2 Maret 2026 menjadi US$88,25 per barel pada 10 Maret 2026. Bahkan pada 8 Maret 2026, harga minyak WTI sempat mencapai US$ 108,05 per barel sebelum kembali terkoreksi.
Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak Brent yang meningkat 18,83%, dari US$ 77,74 per barel pada 2 Maret 2026 menjadi US$ 92,38 per barel pada 10 Maret 2026.
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia adalah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik yang memanas memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan stabilitas produksi dan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.
Kawasan Timur Tengah memiliki peran penting dalam industri energi global. Sejumlah negara di wilayah ini merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan menyumbang porsi signifikan terhadap total produksi minyak global. Selain sebagai pusat produksi, kawasan ini juga menjadi jalur distribusi energi yang sangat strategis, terutama melalui Selat Hormuz yang merupakan rute utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk ke pasar internasional.