Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Konflik Timur Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 | 13:00 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Konflik Timur Tengah
Dalam sepekan terakhir, harga WTI naik 23,89% menjadi US$ 88,25 per barel dan Brent naik 18,83% menjadi US$ 92,38 per barel pada Selasa (10/3).

Harga minyak dunia meningkat dalam sepekan terakhir. Pada awal Maret 2026, harga West Texas Intermediate naik 23,89%, dari US$ 71,23 per barel pada 2 Maret 2026 menjadi US$88,25 per barel pada 10 Maret 2026. Bahkan pada 8 Maret 2026, harga minyak WTI sempat mencapai US$ 108,05 per barel sebelum kembali terkoreksi.

Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak Brent yang meningkat 18,83%, dari US$ 77,74 per barel pada 2 Maret 2026 menjadi US$ 92,38 per barel pada 10 Maret 2026.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia adalah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik yang memanas memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan stabilitas produksi dan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Kawasan Timur Tengah memiliki peran penting dalam industri energi global. Sejumlah negara di wilayah ini merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan menyumbang porsi signifikan terhadap total produksi minyak global. Selain sebagai pusat produksi, kawasan ini juga menjadi jalur distribusi energi yang sangat strategis, terutama melalui Selat Hormuz yang merupakan rute utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk ke pasar internasional.

Dalam sepekan terakhir, harga WTI naik 23,89% menjadi US$ 88,25 per barel dan Brent naik 18,83% menjadi US$ 92,38 per barel pada Selasa (10/3). - (Investing/Yelinka Maresa Sianturi)
Dalam sepekan terakhir, harga WTI naik 23,89% menjadi US$ 88,25 per barel dan Brent naik 18,83% menjadi US$ 92,38 per barel pada Selasa (10/3). - (Investing/Yelinka Maresa Sianturi)

Data Terkait

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

6 jam yang lalu

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

3 hari yang lalu

sektor-pendidikan-iran-lumpuh-akibat-serangan-udara-amerika-serikat
Internasional

Sektor Pendidikan Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat

Dunia pendidikan di Iran mengalami kehancuran masif menyusul rangkaian serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

4 hari yang lalu

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

4 hari yang lalu

percepat-transisi-energi-bauran-ebt-nasional-capai-1575-di-2025
Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Bauran EBT Nasional Capai 15,75% di 2025

Konflik Iran-AS menyebabkan harga minyak mentah melambung dan mendorong krisis energi. Indonesia kemudian mempercepat transisi energi, adapun bauran EBT telah mencapai 15,75% pada 2025.

6 hari yang lalu

di-tengah-krisis-energi-global-ri-punya-potensi-ebt-hingga-3600-gw
Ekonomi

Di Tengah Krisis Energi Global, RI Punya Potensi EBT Hingga 3.600 GW

Konflik Iran-AS picu lonjakan harga minyak hingga US$ 100/barel. RI percepat transisi EBT dengan potensi energi besar, terutama surya yang mencapai 3.315 GW.

27 Mar 2026