Indonesia tercatat masih melakukan aktivitas perdagangan dengan Israel meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan hubungan dagang tersebut tetap berlangsung dan bahkan menghasilkan surplus bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, neraca perdagangan Indonesia terhadap Israel mencatat surplus sebesar US$ 210,8 juta. Nilai ini meningkat 54,54% dibandingkan periode sebelumnya, terutama didorong oleh ekspor Indonesia yang mencapai US$ 250,2 juta.
Memasuki awal 2026, surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut meskipun nilainya mengalami penurunan. Hingga Januari 2026, surplus tercatat sebesar US$ 14,9 juta atau turun 26,76% secara tahunan. Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Israel mencapai US$ 20,2 juta atau melemah 8,31% yoy, sementara impor dari Israel melonjak 211,47% yoy menjadi US$ 5,3 juta.
Adapun produk yang diimpor Indonesia dari Israel antara lain mesin dan peralatan listrik dengan pangsa 37,65%. Selain itu, impor juga berasal dari sektor farmasi, mesin dan pesawat mekanik, serta perangkat optik.