Impor Migas Dominan, Indonesia Catat Defisit Dagang dengan Timur Tengah

Kamis, 5 Maret 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Impor Migas Dominan, Indonesia Catat Defisit Dagang dengan Timur Tengah
Indonesia defisit dagang dengan sejumlah negara Timur Tengah akibat impor migas tinggi, namun masih surplus terhadap Iran dan UEA.

Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan dengan sejumlah negara di Timur Tengah. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, defisit dengan Arab Saudi mencapai US$ 0,77 miliar yang dipicu oleh impor senilai US$ 3,65 miliar. Selain Arab Saudi, posisi perdagangan Indonesia juga defisit terhadap Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Indonesia defisit dagang dengan sejumlah negara Timur Tengah akibat impor migas tinggi, namun masih surplus terhadap Iran dan UEA. - (Kementerian Perdagangan/Karen Agatha)
Indonesia defisit dagang dengan sejumlah negara Timur Tengah akibat impor migas tinggi, namun masih surplus terhadap Iran dan UEA. - (Kementerian Perdagangan/Karen Agatha)

Tingginya impor, khususnya komoditas energi, menjadi faktor utama pelebaran defisit tersebut. Impor bahan bakar minyak dan gas (migas) dari Arab Saudi mencapai 68,3% dari total impor Indonesia di negara tersebut. Ketergantungan serupa juga terlihat pada Qatar dan Bahrain, dengan porsi impor migas masing-masing sebesar 71,77% dan 75,60% terhadap total pembelian dari kedua negara itu.

Situasi ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak geopolitik kawasan. Konflik antara Israel dan Iran yang memanas sejak 28 Februari 2026 berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dari Timur Tengah, termasuk bahan bakar mineral yang masih menjadi kebutuhan utama domestik.

Di sisi lain, tidak semua hubungan dagang Indonesia di kawasan tersebut berakhir defisit. Indonesia masih mencatat surplus perdagangan terhadap Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Surplus dengan UEA mencapai US$ 1,62 miliar, ditopang ekspor sebesar US$ 4,03 miliar, sementara dengan Iran surplus sebesar US$ 0,24 miliar pada 2025.

Data Terkait

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

3 hari yang lalu

sektor-pendidikan-iran-lumpuh-akibat-serangan-udara-amerika-serikat
Internasional

Sektor Pendidikan Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat

Dunia pendidikan di Iran mengalami kehancuran masif menyusul rangkaian serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

4 hari yang lalu

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

4 hari yang lalu

percepat-transisi-energi-bauran-ebt-nasional-capai-1575-di-2025
Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Bauran EBT Nasional Capai 15,75% di 2025

Konflik Iran-AS menyebabkan harga minyak mentah melambung dan mendorong krisis energi. Indonesia kemudian mempercepat transisi energi, adapun bauran EBT telah mencapai 15,75% pada 2025.

6 hari yang lalu

dinamika-negosiasi-nuklir-dan-eskalasi-krisis-energi-iran-amerika-serikat
Internasional

Dinamika Negosiasi Nuklir dan Eskalasi Krisis Energi Iran-Amerika Serikat

Rangkaian negosiasi antara Iran dan AS sejak April 2025-Maret 2026 menunjukkan fluktuasi ketegangan yang signifikan.

26 Mar 2026

as-tawarkan-proposal-15-poin-untuk-akhiri-konflik-dengan-iran
Internasional

AS Tawarkan Proposal 15 Poin untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan Iran guna mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

25 Mar 2026