Iran Ajukan 10 Syarat Perdamaian ke AS, Apa Saja Isinya?

Kamis, 9 April 2026 | 15:43 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Iran Ajukan 10 Syarat Perdamaian ke AS, Apa Saja Isinya?
Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran, mulai dari tuntutan komitmen AS untuk tidak melakukan agresi militer hingga penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Selasa malam (07/04) waktu Washington DC. Donald Trump disebut menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Dalam upaya mencapai kesepakatan tersebut, Iran mengajukan serangkaian tuntutan strategis yang mencerminkan kepentingan politik, militer, dan ekonominya di kawasan Timur Tengah. Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran dalam negosiasi.

Pertama, Iran menuntut komitmen mendasar dari AS untuk tidak melakukan agresi militer, serta memastikan gencatan senjata berlaku di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.

Kedua, Iran menegaskan tetap mengendalikan Selat Hormuz, dengan kewenangan penuh untuk mengatur lalu lintas kapal. Setiap kapal yang melintas tanpa izin akan dianggap sebagai ancaman dan dapat ditindak.

Ketiga, Iran meminta pengakuan atas haknya untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan sipil, sesuai dengan ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Keempat, Iran menuntut pencabutan seluruh sanksi utama dan sekunder yang diberlakukan oleh AS, termasuk pembatasan perdagangan langsung maupun tidak langsung dengan negara atau perusahaan lain.

Kelima, Iran meminta penghentian seluruh resolusi terhadapnya di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang selama ini menuntut transparansi program nuklir Iran. Teheran menilai tekanan tersebut bersifat politis dan berpotensi merugikan kerja sama.

Keenam, Iran juga menuntut penghentian seluruh resolusi terhadapnya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang selama ini mengkritik dan menjatuhkan sanksi atas aktivitas militernya di kawasan.

Ketujuh, Iran menuntut penarikan penuh pasukan tempur AS dari kawasan, termasuk dari wilayah Teluk Persia, sebagai syarat utama untuk meredakan konflik dan mengurangi kehadiran militer asing.

Kedelapan, Iran meminta kompensasi penuh atas kerugian akibat perang, mencakup kerusakan infrastruktur hingga korban sipil. Selain itu, Iran juga mengusulkan agar sebagian pendapatan dari aktivitas transit di Selat Hormuz dialokasikan untuk pemulihan.

Kesembilan, Iran menuntut pembebasan seluruh aset dan properti negara yang dibekukan di luar negeri agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan nasional.

Kesepuluh, Iran menginginkan seluruh poin kesepakatan tersebut disahkan dalam sebuah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar memiliki kekuatan hukum internasional yang mengikat dan wajib dipatuhi oleh seluruh negara anggota.

Kesepuluh tuntutan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya menginginkan penghentian konflik jangka pendek, tetapi juga perubahan struktural dalam hubungan internasionalnya, khususnya dengan Amerika Serikat dan komunitas global. Namun, luasnya cakupan tuntutan tersebut menjadi tantangan besar dalam mencapai kesepakatan final yang dapat diterima oleh semua pihak.

Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran, mulai dari tuntutan komitmen AS untuk tidak melakukan agresi militer hingga penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz. - (Berbagai sumber/Design by LM Notebook)
Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran, mulai dari tuntutan komitmen AS untuk tidak melakukan agresi militer hingga penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz. - (Berbagai sumber/Design by LM Notebook)

Data Terkait

harga-avtur-melonjak-tiket-pesawat-domestik-bisa-naik-sampai-50
Ekonomi

Harga Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Domestik Bisa Naik Sampai 50%

Harga avtur melonjak hingga 95,22% sepanjang 2026. Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan fuel surcharge hingga maksimal 50% dari TBA.

16 Mei 2026

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026

update-situasi-selat-hormuz-as-lumpuhkan-kapal-tanker-iran
Internasional

Update Situasi Selat Hormuz: AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali meningkat. Pada 6 Mei 2026, militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz.

7 Mei 2026

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

kondisi-terbaru-selat-hormuz-iran-kembali-tutup-akses
Internasional

Kondisi Terbaru Selat Hormuz, Iran Kembali Tutup Akses

Situasi keamanan di jalur perdagangan maritim penting di dunia memasuki fase kritis. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada tanggal 18 April 2026.

20 Apr 2026

negosiasi-iranas-buntu-pakistan-dorong-kembali-jalur-diplomasi
Internasional

Negosiasi Iran–AS Buntu, Pakistan Dorong Kembali Jalur Diplomasi

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator setelah perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Selasa (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan dan memicu ketegangan kembali di Selat Hormuz.

16 Apr 2026