Diplomasi Buntu: AS Ancam Blokade Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 19:18 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Diplomasi Buntu: AS Ancam Blokade Selat Hormuz
Perundingan di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan meningkat saat Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz usai negosiasi gagal.

Harapan dunia akan perdamaian di Timur Tengah kini berada di titik nadir. Meski Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April 2026, stabilitas tersebut runtuh dalam waktu singkat. Ketegangan dipicu oleh serangan udara besar-besaran Israel di Dahiyeh, Lebanon, yang menurut Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, merupakan pelanggaran telak terhadap poin kesepakatan gencatan senjata menyeluruh.

Puncak krisis terjadi menyusul kegagalan perundingan damai di Islamabad, Pakistan. Delegasi kedua negara yang bertemu sejak Sabtu (11/4) terlibat negosiasi alot selama 21 jam tanpa membuahkan hasil. Wakil Presiden AS, JD Vance, menuding ketegangan berlanjut karena Iran menolak syarat-syarat kunci. Sebaliknya, media pemerintah Iran, IRIB, mengecam tuntutan AS yang dinilai tidak masuk akal dan menghambat kedaulatan mereka.

Merespons kebuntuan diplomasi tersebut, pada 12 April 2026, Donald Trump mengambil langkah drastis dengan mengumumkan rencana blokade total terhadap Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mulai 13 April pukul 10.00 ET, seluruh lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran akan dihentikan secara militer.

Ancaman ini langsung dijawab dengan nada keras oleh Garda Revolusi Iran (IRGC). Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati wilayah Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan dan akan ditindak dengan kekuatan tempur penuh. Kini, dunia menantikan apakah eskalasi ini akan memicu konflik terbuka yang lebih luas di jalur perdagangan energi paling vital di dunia tersebut.

Perundingan di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan meningkat saat Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz usai negosiasi gagal. - (Berbagai sumber/Design by LM Notebook)
Perundingan di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan meningkat saat Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz usai negosiasi gagal. - (Berbagai sumber/Design by LM Notebook)

Data Terkait

iran-ajukan-10-syarat-perdamaian-ke-as-apa-saja-isinya
Internasional

Iran Ajukan 10 Syarat Perdamaian ke AS, Apa Saja Isinya?

Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran, mulai dari tuntutan komitmen AS untuk tidak melakukan agresi militer hingga penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz.

6 hari yang lalu

negara-yang-mendapat-izin-melintas-di-selat-hormuz
Internasional

Negara yang Mendapat Izin Melintas di Selat Hormuz

Ketegangan di Selat Hormuz memunculkan pola diplomasi selektif oleh pihak Iran terhadap kapal-kapal mancanegara.

7 Apr 2026

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

30 Mar 2026

hormuz-dibuka-terbatas-kapal-dari-negara-ini-diizinkan-lewat
Internasional

Hormuz Dibuka Terbatas, Kapal dari Negara Ini Diizinkan Lewat

Sejumlah kapal dari Pakistan, India, dan Turki diizinkan melintasi Selat Hormuz di tengah blokade, menunjukkan akses terbatas pada jalur energi global.

26 Mar 2026

dinamika-negosiasi-nuklir-dan-eskalasi-krisis-energi-iran-amerika-serikat
Internasional

Dinamika Negosiasi Nuklir dan Eskalasi Krisis Energi Iran-Amerika Serikat

Rangkaian negosiasi antara Iran dan AS sejak April 2025-Maret 2026 menunjukkan fluktuasi ketegangan yang signifikan.

26 Mar 2026

as-tawarkan-proposal-15-poin-untuk-akhiri-konflik-dengan-iran
Internasional

AS Tawarkan Proposal 15 Poin untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan Iran guna mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

25 Mar 2026