Nilai impor Indonesia dari Iran sepanjang 2025 tercatat relatif kecil, yakni hanya sebesar US$ 8,8 juta. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, dalam lima tahun terakhir realisasi impor tersebut menyusut tajam hingga 59,26%, menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak 2021.
Struktur impor Indonesia dari Iran masih didominasi kelompok buah-buahan. Sepanjang 2025, nilai impor buah mencapai US$ 5,9 juta atau berkontribusi 66,96% terhadap total impor. Ketergantungan terbesar memang berasal dari komoditas hortikultura, sementara kelompok barang lainnya memiliki porsi jauh lebih kecil.
Selain buah, Indonesia juga mengimpor besi dan baja sebesar US$ 0,8 juta dengan pangsa 8,78%, mesin dan pesawat mekanik sebesar US$ 0,7 juta, serta bahan bakar mineral senilai US$ 0,5 juta atau sekitar 5,13% dari total impor. Adapun bahan kimia organik, kain tenun khusus, hingga plastik beserta turunannya termasuk dalam komoditas impor unggulan dari Iran.
Meski masih terdapat impor bahan bakar mineral dari Iran, nilainya relatif terbatas dibandingkan total impor nasional. Kementerian Perdagangan mencatat, nilai impor bahan bakar mineral dari Iran hanya sebesar US$ 0,5 juta atau berkontribusi 5,13% terhadap total impor dari Iran pada 2025.