Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi program prioritas Presiden Prabowo yang memanfaatkan dana desa untuk memperkuat investasi di daerah. Inisiatif ini dirancang guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat desa.
Program tersebut menargetkan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa, memangkas rantai distribusi agar peran tengkulak berkurang, serta menekan harga kebutuhan pokok. Dengan skema ini, daya beli warga diharapkan meningkat, kesejahteraan terdongkrak, dan angka kemiskinan dapat ditekan.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 20 Februari 2026, realisasi pembangunan telah mencapai 24,19 ribu gerai. Pemerintah menargetkan 30 ribu gerai rampung pada triwulan I-2026 atau Maret 2026, kemudian bertambah menjadi 80 ribu gerai hingga Agustus 2026, dengan capaian belanja modal sebesar Rp 90 triliun pada triwulan I-2026.
Pembentukan KDMP dilakukan melalui pendirian koperasi baru, pengembangan unit yang telah berjalan, serta revitalisasi koperasi lama. Jenis gerainya meliputi Gerai Sembako (embrio KopHub), Apotek Desa, Kantor Koperasi, Unit Usaha Simpan Pinjam (embrio Kop Bank), Klinik Desa, fasilitas cold storage/cold chain, hingga layanan logistik dan distribusi.