Penerimaan pajak bruto dari sektor-sektor utama menunjukkan tren ekspansif pada awal 2026. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, industri pengolahan dan pertambangan mencatat pertumbuhan dua digit hingga Januari 2026.
Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan 18,10% yoy menjadi Rp 49,8 triliun serta menyumbang 29,40% terhadap total penerimaan. Kinerja ini ditopang subsektor pengilangan minyak bumi dan industri bahan kimia lainnya. Meski demikian, secara neto sektor ini mengalami kontraksi 2,9% akibat restitusi pada industri minyak kelapa sawit.
Sektor pertambangan membukukan realisasi Rp 19 triliun atau tumbuh 10,60% yoy dengan kontribusi 11,2%. Secara neto, penerimaan dari sektor ini meningkat 10,9%, terutama didorong aktivitas pertambangan minyak dan gas bumi.
Sementara itu, sektor perdagangan mencatat penerimaan Rp 43,10 triliun dengan pertumbuhan 2,6% yoy dan kontribusi 25,5%. Peningkatan terutama berasal dari perdagangan besar khusus dan transaksi daring yang sejalan dengan tren belanja online. Penurunan restitusi yang signifikan membuat pertumbuhan neto sektor perdagangan melonjak hingga 599,6%.