Kinerja penerimaan pajak neto pada Januari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Data Kementerian Keuangan mencatat lonjakan signifikan pada pos pajak lainnya yang meningkat 685,8% menjadi Rp 16,1 triliun. Namun, masih terdapat dana sebesar Rp 15,4 triliun yang belum dipindahbukukan karena tercatat sebagai deposit.
Kontributor terbesar berikutnya berasal dari PPN dan PPnBM yang naik 83,9% hingga mencapai Rp 45,3 triliun. Peningkatan ini mengindikasikan daya beli dan aktivitas konsumsi domestik yang tetap terjaga pada awal tahun.
Di sisi lain, PPh Badan mencatat kenaikan 37% menjadi Rp 5,7 triliun. Sebaliknya, PPh orang pribadi dan PPh 21 turun 20,4% ke level Rp 13,1 triliun. Penurunan ini dipengaruhi faktor administratif karena setoran masih berbentuk deposit sebesar Rp 6,1 triliun. Apabila deposit tersebut dipindahbukukan, maka pertumbuhannya berbalik menjadi naik 16,5%. Sementara itu, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 terkoreksi 11% menjadi Rp 26 triliun.