Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir 2025 mencapai Rp1.917,6 triliun. Angka tersebut setara 87,6% dari target APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp2.189,3 triliun, mencerminkan kinerja pajak yang masih cukup solid di tengah dinamika ekonomi.
Berdasarkan sektor usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang pajak terbesar dengan nilai mencapai Rp471,17 triliun. Kontribusi ini menegaskan peran strategis sektor manufaktur sebagai motor utama aktivitas ekonomi nasional sekaligus basis penerimaan negara.
Di posisi berikutnya, sektor perdagangan membukukan setoran pajak sebesar Rp433,68 triliun. Besarnya kontribusi ini sejalan dengan aktivitas konsumsi domestik dan distribusi barang yang tetap terjaga sepanjang tahun, meski menghadapi tekanan daya beli dan fluktuasi harga.
Sementara itu, sektor keuangan dan asuransi menyumbang Rp258,48 triliun, diikuti sektor pertambangan sebesar Rp188,23 triliun. Kedua sektor tersebut tetap memberikan andil signifikan, meski kinerjanya dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan global serta pergerakan harga komoditas.