PDB Indonesia Kuartal I-2026 Ditargetkan 6%, Faktor Ini Jadi Pendorong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:00 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
PDB Indonesia Kuartal I-2026 Ditargetkan 6%, Faktor Ini Jadi Pendorong
PDB kuartal I-2026 ditargetkan 5,5-6%. Belanja negara Rp 809 triliun, investasi strategis dan momentum libur jadi pendorong utama.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5%-6%. Sejumlah motor penggerak diproyeksikan menopang capaian tersebut, mulai dari akselerasi belanja negara, realisasi investasi, hingga peningkatan konsumsi masyarakat selama periode libur Imlek dan Idul Fitri.

PDB kuartal I-2026 ditargetkan 5,5-6%. Belanja negara Rp 809 triliun, investasi strategis dan momentum libur jadi pendorong utama. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)
PDB kuartal I-2026 ditargetkan 5,5-6%. Belanja negara Rp 809 triliun, investasi strategis dan momentum libur jadi pendorong utama. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)

Data Kementerian Keuangan mencatat belanja negara pada tiga bulan pertama 2026 diperkirakan mencapai Rp 809 triliun. Alokasi tersebut mencakup percepatan program Makan Bergizi Gratis (Rp 62 triliun), pembayaran THR ASN/TNI/Polri (Rp 55 triliun), rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera (Rp 6 triliun), serta paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun.

Dari sisi investasi, kontribusi signifikan datang dari pembangunan Kawasan Danantara Mega Proyek (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp 90 triliun yang didanai APBN dan Danantara. Selain itu, pembangunan 190 ribu unit rumah komersil dan subsidi serta bantuan renovasi (BSPS) sebesar Rp 20 triliun. Proyek hilirisasi Danantara dengan nilai investasi sekitar US$ 7 miliar atau setara Rp 110 triliun juga menjadi pendorong tambahan.

Momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Lebaran, ditambah kebijakan Work From Anywhere (WFA), diperkirakan memperkuat konsumsi dan aktivitas ekonomi daerah. Pemerintah optimistis kombinasi belanja fiskal, investasi, dan konsumsi domestik akan menjaga pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada akhir 2026.

Data Terkait

konsumsi-rumah-tangga-belum-maksimal-dorong-pdb-ini-faktornya
Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Belum Maksimal Dorong PDB, Ini Faktornya

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun, lemahnya daya beli dan dominasi pekerja informal menahan pertumbuhan konsumsi.

13 Mei 2026

serapan-anggaran-mbg-hingga-april-2026-capai-21
Ekonomi

Serapan Anggaran MBG hingga April 2026 Capai 21%

Realisasi anggaran MBG mencapai Rp 70,2 triliun hingga 27 April 2026 Capai 20,9% dari total dana Rp 355 triliun.

12 Mei 2026

jaga-pertumbuhan-ekonomi-pemerintah-siapkan-stimulus-di-tw-ii-2026
Ekonomi

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Stimulus di TW II-2026

Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tambahan pada triwulan II-2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mulai dari insentif kendaraan listrik hingga bansos.

12 Mei 2026

pertumbuhan-manufaktur-nasional-dibayangi-lonjakan-harga-energi
Ekonomi

Pertumbuhan Manufaktur Nasional Dibayangi Lonjakan Harga Energi

Kenaikan harga energi global berpotensi menekan industri manufaktur Indonesia. Sejumlah subsektor tercatat sensitif terhadap lonjakan biaya energi.

8 Mei 2026

industri-mamin-jadi-tulang-punggung-pdb-manufaktur-di-triwulan-i-2026
Ekonomi

Industri Mamin Jadi Tulang Punggung PDB Manufaktur di Triwulan I-2026

Sektor manufaktur menyumbang 19,07% terhadap PDB Indonesia pada triwulan I-2026. Industri makanan dan minuman menjadi subsektor terbesar.

8 Mei 2026

manufaktur-jadi-penopang-utama-pdb-serapan-kerja-masih-minim
Ekonomi

Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim

Industri manufaktur menyumbang PDB terbesar di Indonesia pada triwulan I-2026. Namun, pertumbuhan dan serapan tenaga kerjanya masih terbatas.

7 Mei 2026