Realisasi belanja program prioritas pemerintah sepanjang 2025 mencapai Rp1.360,2 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai sektor strategis yang berdampak langsung pada masyarakat di seluruh daerah, mulai dari perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar.
Porsi terbesar berasal dari subsidi energi dan kompensasi yang mencapai Rp 356,8 triliun atau sekitar 26,23% dari total realisasi. Anggaran ini dikelola oleh Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menyerap Rp335 triliun, menjadikannya pos belanja terbesar kedua.
Belanja signifikan lainnya mencakup subsidi non-energi, KUR dan pupuk sebesar Rp 108,8 triliun, koperasi desa/kelurahan Merah Putih Rp83 triliun, serta bantuan iuran jaminan kesehatan Rp 69 triliun. Pemerintah juga menggelontorkan Rp 66,5 triliun untuk PIP/KIP Kuliah dan beasiswa, serta Rp 63,7 triliun untuk gaji dan tunjangan non-PNS di sektor pendidikan dan keagamaan.
Di sisi lain, anggaran turut diarahkan untuk perumahan Rp 49 triliun, Kartu Sembako Rp43,8 triliun, serta penguatan cadangan pangan dan Bulog Rp 33 triliun. Program keluarga harapan, pembangunan sekolah rakyat dan unggulan, lumbung pangan, hingga preservasi jalan, bendungan, irigasi, kampung nelayan, serta layanan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan 2025.