Moody’s Turunkan Outlook 19 Emiten RI Jadi Negatif, Ini Daftarnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:46 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Moody’s Turunkan Outlook 19 Emiten RI Jadi Negatif, Ini Daftarnya
Moody’s merevisi outlook 19 perusahaan Indonesia menjadi negatif usai outlook utang RI dipangkas. Sektor perbankan, BUMN, hingga korporasi terdampak.

Moody’s Ratings menurunkan prospek 19 perusahaan Indonesia dari stabil menjadi negatif, menyusul revisi outlook sovereign Indonesia menjadi negatif dengan peringkat tetap di level Baa2. Keputusan tersebut diumumkan dalam sejumlah pernyataan terpisah pada Jumat (6/2). Moody’s menilai meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor utama perubahan outlook tersebut.

Moody’s merevisi outlook 19 perusahaan Indonesia menjadi negatif usai outlook utang RI dipangkas. Sektor perbankan, BUMN, hingga korporasi terdampak. - (Moody’s Ratings/Karen Agatha)
Moody’s merevisi outlook 19 perusahaan Indonesia menjadi negatif usai outlook utang RI dipangkas. Sektor perbankan, BUMN, hingga korporasi terdampak. - (Moody’s Ratings/Karen Agatha)

Untuk sektor non-keuangan, perusahaan yang terdampak antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR). Sementara itu, dari sektor perbankan, prospek negatif diberikan kepada BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, serta BBTN.

Di segmen multifinance dan lembaga pembiayaan, Moody’s juga merevisi outlook PT Astra Sedaya Finance, PT Federal International Finance, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Tiga BUMN lainnya yang turut terdampak ialah PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Moody’s menyatakan outlook negatif pada sovereign mencerminkan menurunnya prediktabilitas dan ketidakpastian kebijakan dalam setahun terakhir. Jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan yang selama ini menopang stabilitas makroekonomi berpotensi tergerus. Meski demikian, sejumlah emiten seperti TLKM, PGAS, ICBP, dan UNTR dinilai masih memiliki fundamental kuat, likuiditas memadai, serta posisi pasar dominan. Outlook dapat kembali stabil apabila prospek sovereign membaik dan kualitas kredit korporasi tetap terjaga.

Data Terkait

dari-msci-hingga-moodys-tekanan-eksternal-goyang-pasar-saham-ri
Ekonomi

Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI

Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam.

12 Feb 2026

msci-umumkan-rebalancing-indeks-maret-2026-ini-hasilnya
Ekonomi

MSCI Umumkan Rebalancing Indeks Maret 2026, Ini Hasilnya

MSCI umumkan rebalancing indeks. INDF keluar dari Global Standard Index dan turun ke Small Cap, efektif 2 Maret 2026.

12 Feb 2026

akan-temui-msci-bei-bawa-3-agenda-ke-msci
Ekonomi

Akan Temui MSCI, BEI Bawa 3 Agenda ke MSCI

BEI akan bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas percepatan reformasi pasar modal, dengan fokus transparansi, klasifikasi investor, dan free float.

10 Feb 2026

moodys-tahan-rating-kredit-ri-di-baa2-bagaimana-penilaian-lain
Ekonomi

Moody’s Tahan Rating Kredit RI di Baa2, Bagaimana Penilaian Lain?

Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2, namun menurunkan outlook ke negatif seiring pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya risiko ekonomi ke depan.

9 Feb 2026

ojk-genjot-reformasi-pasar-modal-pro-investor-ritel
Ekonomi

OJK Genjot Reformasi Pasar Modal Pro Investor Ritel

OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel.

7 Feb 2026

dana-asing-masih-keluar-dari-saham-ri-net-sell-tembus-rp-92-triliun
Ekonomi

Dana Asing Masih Keluar dari Saham RI, Net Sell Tembus Rp 9,2 Triliun

Aliran dana investor asing di saham Indonesia berfluktuasi. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 9,2 triliun.

4 Feb 2026