Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:53 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI
Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat setelah sejumlah lembaga pemeringkat global memberikan penilaian negatif terhadap Indonesia. Rangkaian sentimen tersebut memicu gejolak pasar saham domestik dan mendorong aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari perdagangan.

Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam. - (MSCI dan berbagai sumber/Karen Agatha)
Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam. - (MSCI dan berbagai sumber/Karen Agatha)

Pada 28 Januari 2026, MSCI memutuskan menghentikan sementara proses penyesuaian indeks saham Indonesia. Langkah ini diambil karena kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham serta kualitas data free float. Dampaknya, IHSG merosot 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1) hingga Bursa menghentikan sementara perdagangan (trading halt) di sesi II.

Tekanan berlanjut sehari setelahnya. Pada 29 Januari, Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight, sementara UBS memangkas rating menjadi netral. Kedua lembaga tersebut menilai ketidakpastian regulasi dan hasil rebalancing MSCI masih membayangi pasar. IHSG pun kembali terperosok 8% ke level 7.654 pada Kamis pagi (29/1) dan kembali memicu trading halt.

Gelombang sentimen negatif belum mereda. Pada 5 Februari, Moody’s merevisi outlook utang Indonesia menjadi negatif dengan peringkat tetap Baa2, mencerminkan kekhawatiran atas tata kelola dan konsistensi kebijakan. IHSG turun 0,53% ke 8.103,88 pada Kamis (5/2) dan kembali melemah ke 7.945 saat pembukaan Jumat (6/2), terkoreksi 158 poin dari penutupan sebelumnya.

Data Terkait

msci-umumkan-rebalancing-indeks-maret-2026-ini-hasilnya
Ekonomi

MSCI Umumkan Rebalancing Indeks Maret 2026, Ini Hasilnya

MSCI umumkan rebalancing indeks. INDF keluar dari Global Standard Index dan turun ke Small Cap, efektif 2 Maret 2026.

12 Feb 2026

moodys-turunkan-outlook-19-emiten-ri-jadi-negatif-ini-daftarnya
Ekonomi

Moody’s Turunkan Outlook 19 Emiten RI Jadi Negatif, Ini Daftarnya

Moody’s merevisi outlook 19 perusahaan Indonesia menjadi negatif usai outlook utang RI dipangkas. Sektor perbankan, BUMN, hingga korporasi terdampak.

12 Feb 2026

akan-temui-msci-bei-bawa-3-agenda-ke-msci
Ekonomi

Akan Temui MSCI, BEI Bawa 3 Agenda ke MSCI

BEI akan bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas percepatan reformasi pasar modal, dengan fokus transparansi, klasifikasi investor, dan free float.

10 Feb 2026

moodys-tahan-rating-kredit-ri-di-baa2-bagaimana-penilaian-lain
Ekonomi

Moody’s Tahan Rating Kredit RI di Baa2, Bagaimana Penilaian Lain?

Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2, namun menurunkan outlook ke negatif seiring pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya risiko ekonomi ke depan.

9 Feb 2026

ojk-genjot-reformasi-pasar-modal-pro-investor-ritel
Ekonomi

OJK Genjot Reformasi Pasar Modal Pro Investor Ritel

OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel.

7 Feb 2026

profil-friderica-widyasari-dewi-pengganti-sementara-pimpinan-ojk
Ekonomi

Profil Friderica Widyasari Dewi, Pengganti Sementara Pimpinan OJK

Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai pejabat pengganti Ketua OJK. Ia memiliki latar pendidikan kuat dan rekam jejak panjang di pasar modal.

5 Feb 2026