Kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan penguatan sepanjang 2025. Nilainya tercatat mencapai US$269,84 miliar, meningkat 7,66% dibandingkan 2024 yang sebesar US$250,65 miliar.
Lemak dan minyak nabati menjadi kontributor terbesar dalam ekspor nonmigas tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor komoditas ini mencapai US$34,36 miliar pada 2025 atau melonjak 27,94% secara tahunan (yoy). Pangsa lemak dan minyak nabati tercatat mencapai 12,73% dari total ekspor nonmigas.
Sebaliknya, kinerja bahan bakar mineral justru mengalami tekanan. Nilai ekspornya turun 19,18% yoy menjadi US$32,04 miliar. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga komoditas energi global serta permintaan yang tidak sekuat tahun sebelumnya.
Selain itu, ekspor nonmigas juga ditopang oleh besi dan baja dengan nilai US$27,97 miliar dan pangsa 11,88%. Komoditas lain seperti mesin dan perlengkapan elektrik, kendaraan dan bagiannya, hingga logam mulia dan perhiasan masuk dalam 10 besar komoditas utama ekspor non migas pada 2025.