China tercatat sebagai mitra dagang terbesar Indonesia untuk ekspor nonmigas sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor nonmigas ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$64,82 miliar.
Kontribusi terbesar ekspor ke China berasal dari komoditas besi dan baja yang menyumbang pangsa 27,65% atau setara US$17,92 miliar. Selain itu, bahan bakar mineral juga berperan signifikan dengan nilai ekspor US$10,47 miliar, disusul nikel dan produk turunannya senilai US$7,86 miliar. Struktur ini menunjukkan kuatnya peran komoditas berbasis sumber daya alam dan industri dasar dalam perdagangan bilateral Indonesia-China.
Di posisi kedua, Amerika Serikat membukukan nilai ekspor nonmigas sebesar US$30,96 miliar. Pengiriman ke AS terutama ditopang oleh mesin dan peralatan elektrik dengan nilai ekspor US$6,03 miliar atau sekitar 19,48% dari total ekspor.
Sementara itu, negara tujuan lain seperti India, Jepang, dan Malaysia juga masuk dalam jajaran pasar utama ekspor nonmigas Indonesia. India mencatat nilai ekspor US$18,32 miliar, diikuti Jepang sebesar US$15,51 miliar dan Malaysia US$11,72 miliar. Selain itu, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Belanda, dan Taiwan juga berada di jajaran sepuluh besar tujuan ekspor Indonesia.