Isu MSCI Tekan IHSG, BEI Perketat Regulasi Bursa

Senin, 2 Februari 2026 | 15:30 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Isu MSCI Tekan IHSG, BEI Perketat Regulasi Bursa
Tekanan IHSG dan isu MSCI mendorong BEI merombak aturan, dari transparansi kepemilikan hingga free float, demi stabilitas dan likuiditas pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan jual yang signifikan hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada Rabu (28/01/2026) dan Kamis (29/01/2026). Gejolak ini dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan status pasar modal Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang berisiko menurunkan daya tarik pasar domestik di mata global.

Merespons kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan serangkaian reformasi regulasi untuk memperkuat fondasi pasar. Salah satu langkah utama adalah pengetatan transparansi kepemilikan saham, di mana pelaporan kini wajib dilakukan untuk kepemilikan di bawah 5%. Kebijakan ini ditujukan agar standar keterbukaan Indonesia sejalan dengan praktik pasar global.

Tekanan IHSG dan isu MSCI mendorong BEI merombak aturan, dari transparansi kepemilikan hingga free float, demi stabilitas dan likuiditas pasar. - (Bursa Efek Indonesia/Karen Agatha)
Tekanan IHSG dan isu MSCI mendorong BEI merombak aturan, dari transparansi kepemilikan hingga free float, demi stabilitas dan likuiditas pasar. - (Bursa Efek Indonesia/Karen Agatha)

Selain itu, BEI menaikkan ambang batas minimal free float dari 7,5% menjadi 15%. Emiten yang tidak memenuhi ketentuan ini berisiko masuk kebijakan keluar bursa (exit policy), termasuk potensi delisting. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kualitas perdagangan saham di pasar reguler.

Ke depan, BEI juga akan menjalani demutualisasi dengan bertransformasi menjadi perseroan terbatas pada awal 2026. Langkah ini dibarengi optimalisasi dukungan likuiditas dari BPI Danantara serta dana institusi besar seperti Taspen dan BPJS, guna menjaga stabilitas pasar sekaligus mengantisipasi evaluasi MSCI pada Mei 2026.

Data Terkait

dari-msci-hingga-moodys-tekanan-eksternal-goyang-pasar-saham-ri
Ekonomi

Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI

Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam.

12 Feb 2026

msci-umumkan-rebalancing-indeks-maret-2026-ini-hasilnya
Ekonomi

MSCI Umumkan Rebalancing Indeks Maret 2026, Ini Hasilnya

MSCI umumkan rebalancing indeks. INDF keluar dari Global Standard Index dan turun ke Small Cap, efektif 2 Maret 2026.

12 Feb 2026

akan-temui-msci-bei-bawa-3-agenda-ke-msci
Ekonomi

Akan Temui MSCI, BEI Bawa 3 Agenda ke MSCI

BEI akan bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas percepatan reformasi pasar modal, dengan fokus transparansi, klasifikasi investor, dan free float.

10 Feb 2026

moodys-tahan-rating-kredit-ri-di-baa2-bagaimana-penilaian-lain
Ekonomi

Moody’s Tahan Rating Kredit RI di Baa2, Bagaimana Penilaian Lain?

Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2, namun menurunkan outlook ke negatif seiring pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya risiko ekonomi ke depan.

9 Feb 2026

ojk-genjot-reformasi-pasar-modal-pro-investor-ritel
Ekonomi

OJK Genjot Reformasi Pasar Modal Pro Investor Ritel

OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel.

7 Feb 2026

profil-friderica-widyasari-dewi-pengganti-sementara-pimpinan-ojk
Ekonomi

Profil Friderica Widyasari Dewi, Pengganti Sementara Pimpinan OJK

Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai pejabat pengganti Ketua OJK. Ia memiliki latar pendidikan kuat dan rekam jejak panjang di pasar modal.

5 Feb 2026