Realisasi sementara APBN 2025 mencatat pendapatan negara sebesar Rp2.756,3 triliun. Data Kementerian Keuangan mencatat, angka ini turun 3,31% dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus berada di bawah target APBN 2025 yang dipatok Rp3.005,1 triliun. Tekanan terbesar datang dari sisi penerimaan pajak yang hanya mencapai 87,6% dari target, menjadikannya komponen dengan capaian terendah.
Di tengah pelemahan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru mencatatkan kinerja relatif kuat. Realisasi PNBP mencapai 104% dari target APBN 2025, meski secara tahunan tetap terkoreksi 8,61%.
Sementara itu, belanja negara sepanjang 2025 mencapai Rp3.451,4 triliun atau tumbuh 2,73% secara tahunan. Namun, realisasinya baru menyentuh 95% dari pagu APBN. Belanja non-K/L menjadi segmen dengan kinerja terlemah, hanya mencapai 71% dan turun hampir 6% dibanding tahun lalu. Transfer ke Daerah juga mengalami kontraksi 1,68% yoy menjadi Rp849 triliun dengan tingkat realisasi 92% dari target.
Meski menghadapi tekanan fiskal, Kementerian Keuangan menilai pelaksanaan program prioritas dan tata kelola anggaran masih berjalan baik. Defisit APBN 2025 tercatat sebesar 2,92% terhadap PDB, meningkat dari 2,30% pada 2024. Pemerintah pun optimistis tekanan ini dapat berangsur mereda pada 2026 seiring perbaikan fundamental ekonomi.