Sepanjang 2025, pemerintah mengalokasikan total Rp110,7 triliun dalam berbagai paket stimulus ekonomi. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju perlambatan ekonomi.
Pada Januari-Februari 2025, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus I senilai Rp33,3 triliun. Fokus utama paket awal ini adalah menopang konsumsi rumah tangga dan dunia usaha melalui diskon listrik, PPN DTP perumahan dan tiket pesawat, perluasan akses JKP, pembiayaan industri padat karya, serta insentif sektor otomotif.
Memasuki pertengahan tahun, Paket Stimulus II diluncurkan pada Juni-Juli 2025 dengan nilai Rp24,4 triliun. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong konsumsi domestik lewat diskon tarif transportasi dan tol, penebalan bantuan sosial, subsidi upah dan bantuan pangan, serta potongan iuran JKK. Selanjutnya, pada September 2025, pemerintah kembali merilis Paket Stimulus III sebesar Rp15,6 triliun yang menyasar sektor pariwisata, UMKM, dan ketenagakerjaan.
Di penghujung tahun, Paket Stimulus IV senilai Rp37,4 triliun digulirkan untuk menjaga momentum ekonomi akhir tahun. Program magang, BLTS, serta diskon tiket Nataru menjadi instrumen utama guna mempertahankan daya beli, menggerakkan aktivitas ekonomi, sekaligus memberdayakan generasi muda.