Jaga Daya Beli, Realisasi Paket Stimulus Ekonomi 2025 Capai Rp 110,7 Triliun

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:45 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Jaga Daya Beli, Realisasi Paket Stimulus Ekonomi 2025 Capai Rp 110,7 Triliun
Pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi Rp110,7 triliun sepanjang 2025 melalui empat paket untuk menjaga daya beli, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi.

Sepanjang 2025, pemerintah mengalokasikan total Rp110,7 triliun dalam berbagai paket stimulus ekonomi. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju perlambatan ekonomi. 

Pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi Rp110,7 triliun sepanjang 2025 melalui empat paket untuk menjaga daya beli, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)
Pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi Rp110,7 triliun sepanjang 2025 melalui empat paket untuk menjaga daya beli, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)

Pada Januari-Februari 2025, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus I senilai Rp33,3 triliun. Fokus utama paket awal ini adalah menopang konsumsi rumah tangga dan dunia usaha melalui diskon listrik, PPN DTP perumahan dan tiket pesawat, perluasan akses JKP, pembiayaan industri padat karya, serta insentif sektor otomotif.

Memasuki pertengahan tahun, Paket Stimulus II diluncurkan pada Juni-Juli 2025 dengan nilai Rp24,4 triliun. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong konsumsi domestik lewat diskon tarif transportasi dan tol, penebalan bantuan sosial, subsidi upah dan bantuan pangan, serta potongan iuran JKK. Selanjutnya, pada September 2025, pemerintah kembali merilis Paket Stimulus III sebesar Rp15,6 triliun yang menyasar sektor pariwisata, UMKM, dan ketenagakerjaan.

Di penghujung tahun, Paket Stimulus IV senilai Rp37,4 triliun digulirkan untuk menjaga momentum ekonomi akhir tahun. Program magang, BLTS, serta diskon tiket Nataru menjadi instrumen utama guna mempertahankan daya beli, menggerakkan aktivitas ekonomi, sekaligus memberdayakan generasi muda.

Data Terkait

mobil-listrik-melonjak-saat-penjualan-nasional-lesu-insentif-dikaji
Otomotif

Mobil Listrik Melonjak Saat Penjualan Nasional Lesu, Insentif Dikaji

Penjualan mobil listrik melonjak signifikan dalam 5 tahun terakhir di tengah penjualan mobil nasional yang lesu. Pemerintah masih mengkaji insentif baru di tengah risiko fiskal global.

30 Mar 2026

insentif-mobil-listrik-2026-dikaji-ulang-ini-peluang-dan-penghambatnya
Otomotif

Insentif Mobil Listrik 2026 Dikaji Ulang, Ini Peluang dan Penghambatnya

Pemerintah mengkaji insentif mobil listrik 2026. Di satu sisi mendorong penjualan, tapi berpotensi menekan defisit APBN.

27 Mar 2026

diskon-transportasi-lebaran-mampu-meredam-inflasi-meski-efek-terbatas
Ekonomi

Diskon Transportasi Lebaran Mampu Meredam Inflasi, Meski Efek Terbatas

Diskon transportasi Rp 911,16 miliar bantu jaga inflasi dan daya beli saat Lebaran 2026, meski efeknya terbatas dan terbatas pada preferensi moda transportasi.

25 Mar 2026

inflasi-ramadan-lebaran-2026-tak-diimbangi-pertumbuhan-upah
Ekonomi

Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah

Daya beli melemah jelang Ramadan 2026 akibat inflasi naik, sementara pertumbuhan upah hanya mencapai 1,94% pada Agustus 2025 dan tertinggal dari laju inflasi.

25 Mar 2026

daya-beli-melemah-inflasi-ramadan-lebaran-2026-bergeser-ke-sektor-jasa
Ekonomi

Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa

Inflasi naik ke 4,76% di awal 2026, sementara upah tertinggal. Pola konsumsi bergeser ke perawatan pribadi dan jasa selama Ramadan-Lebaran 2026.

24 Mar 2026

penerimaan-pajak-2025-melemah-ppn-masih-jadi-penopang-utama
Ekonomi

Penerimaan Pajak 2025 Melemah, PPN Masih Jadi Penopang Utama

Penerimaan pajak neto 2025 tercatat Rp1.917,6 triliun atau turun 0,7% yoy, dengan PPN dan PPnBM tetap menjadi kontributor terbesar.

30 Jan 2026