Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencatat kinerja di atas target. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PNBP mencapai Rp534,1 triliun atau setara 104% dari target APBN 2025 sebesar Rp513,6 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari PNBP kementerian dan lembaga (K/L) yang mencatatkan realisasi sementara Rp172,5 triliun. Pos ini menjadi penopang utama penerimaan, mencerminkan perbaikan tata kelola dan optimalisasi layanan maupun perizinan yang menjadi kewenangan K/L.
Selain itu, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) nonmigas mencapai Rp140,3 triliun, sementara SDA migas menyumbang Rp105,5 triliun. Meski harga energi dan komoditas tidak setinggi periode sebelumnya, kedua pos tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total PNBP.
Di sisi lain, Badan Layanan Umum (BLU) mencatatkan penerimaan Rp103,7 triliun, menandakan aktivitas layanan publik yang tetap solid. Sementara itu, penerimaan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp12,7 triliun.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencatat kinerja di atas target. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PNBP mencapai Rp534,1 triliun atau setara 104% dari target APBN 2025 sebesar Rp513,6 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari PNBP kementerian dan lembaga (K/L) yang mencatatkan realisasi sementara Rp172,5 triliun. Pos ini menjadi penopang utama penerimaan, mencerminkan perbaikan tata kelola dan optimalisasi layanan maupun perizinan yang menjadi kewenangan K/L.
Selain itu, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) nonmigas mencapai Rp140,3 triliun, sementara SDA migas menyumbang Rp105,5 triliun. Meski harga energi dan komoditas tidak setinggi periode sebelumnya, kedua pos tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total PNBP.
Di sisi lain, Badan Layanan Umum (BLU) mencatatkan penerimaan Rp103,7 triliun, menandakan aktivitas layanan publik yang tetap solid. Sementara itu, penerimaan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp12,7 triliun.