Lampaui Target, Realisasi PNBP Tembus Rp534,1 Triliun Ditopang Setoran K/L

Senin, 26 Januari 2026 | 08:00 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.

Realisasi PNBP Menurut Sumber Penerimaan, 2025 (Rp triliun)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencatat kinerja di atas target. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PNBP mencapai Rp534,1 triliun atau setara 104% dari target APBN 2025 sebesar Rp513,6 triliun. 

Kontribusi terbesar berasal dari PNBP kementerian dan lembaga (K/L) yang mencatatkan realisasi sementara Rp172,5 triliun. Pos ini menjadi penopang utama penerimaan, mencerminkan perbaikan tata kelola dan optimalisasi layanan maupun perizinan yang menjadi kewenangan K/L.

Selain itu, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) nonmigas mencapai Rp140,3 triliun, sementara SDA migas menyumbang Rp105,5 triliun. Meski harga energi dan komoditas tidak setinggi periode sebelumnya, kedua pos tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total PNBP. 

Di sisi lain, Badan Layanan Umum (BLU) mencatatkan penerimaan Rp103,7 triliun, menandakan aktivitas layanan publik yang tetap solid. Sementara itu, penerimaan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp12,7 triliun. 

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencatat kinerja di atas target. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PNBP mencapai Rp534,1 triliun atau setara 104% dari target APBN 2025 sebesar Rp513,6 triliun. 

Kontribusi terbesar berasal dari PNBP kementerian dan lembaga (K/L) yang mencatatkan realisasi sementara Rp172,5 triliun. Pos ini menjadi penopang utama penerimaan, mencerminkan perbaikan tata kelola dan optimalisasi layanan maupun perizinan yang menjadi kewenangan K/L.

Selain itu, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) nonmigas mencapai Rp140,3 triliun, sementara SDA migas menyumbang Rp105,5 triliun. Meski harga energi dan komoditas tidak setinggi periode sebelumnya, kedua pos tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total PNBP. 

Di sisi lain, Badan Layanan Umum (BLU) mencatatkan penerimaan Rp103,7 triliun, menandakan aktivitas layanan publik yang tetap solid. Sementara itu, penerimaan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp12,7 triliun. 

Data Terkait

belanja-program-prioritas-2025-tembus-rp-1360-triliun
Ekonomi

Belanja Program Prioritas 2025 Tembus Rp 1.360 Triliun

Realisasi program prioritas 2025 mencapai Rp 1.360,2 triliun. Subsidi energi terbesar Rp 356,8 triliun, disusul MBG Rp 335 triliun.

17 Feb 2026

fokus-tekan-kemiskinan-realisasi-bantuan-pemerintah-tembus-98-lebih
Ekonomi

Fokus Tekan Kemiskinan, Realisasi Bantuan Pemerintah Tembus 98% Lebih

PBI JKN dan BPNT jadi program utama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan nasional pada 2025.

10 Feb 2026

realisasi-apbn-2025-di-bawah-target-defisit-fiskal-melebar
Ekonomi

Realisasi APBN 2025 di Bawah Target, Defisit Fiskal Melebar

Realisasi APBN 2025 menunjukkan penerimaan negara turun dan berada di bawah target sedangkan belanja negara masih naik meski sejumlah segmen terkoreksi.

31 Jan 2026

penerimaan-pajak-2025-melemah-ppn-masih-jadi-penopang-utama
Ekonomi

Penerimaan Pajak 2025 Melemah, PPN Masih Jadi Penopang Utama

Penerimaan pajak neto 2025 tercatat Rp1.917,6 triliun atau turun 0,7% yoy, dengan PPN dan PPnBM tetap menjadi kontributor terbesar.

30 Jan 2026

belanja-perpajakan-2025-naik-umkm-jadi-fokus-insentif-terbesar
Ekonomi

Belanja Perpajakan 2025 Naik, UMKM Jadi Fokus Insentif Terbesar

Belanja perpajakan 2025 naik menjadi Rp530,3 triliun dengan insentif terbesar untuk UMKM, diikuti PPN bahan pangan dan sektor transportasi.

27 Jan 2026

rumah-tangga-dan-umkm-jadi-penerima-terbesar-belanja-perpajakan-2025
Ekonomi

Rumah Tangga dan UMKM Jadi Penerima Terbesar Belanja Perpajakan 2025

Belanja perpajakan 2025 paling banyak dinikmati rumah tangga dan UMKM, yaitu masing-masing hingga 55,2% dan 18,2% dari total penerima.

27 Jan 2026