Penerimaan kepabeanan dan cukai sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp300,3 triliun dengan pertumbuhan tipis 0,2% secara tahunan. Kinerja ini mencerminkan stabilitas penerimaan di tengah dinamika perdagangan global dan penyesuaian kebijakan impor-ekspor.
Kontributor terbesar berasal dari penerimaan cukai yang mencapai Rp221,7 triliun atau 90,8% dari target APBN. Meski masih dominan, realisasi cukai terkoreksi 2,1% dibanding tahun sebelumnya seiring penurunan produksi hasil tembakau sekitar 3% yoy, yang menekan basis pemungutan.
Sementara itu, bea keluar menunjukkan kinerja paling kuat dengan realisasi Rp28,4 triliun dan tumbuh 36,1% yoy. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan harga CPO, peningkatan volume ekspor sawit, serta relaksasi kebijakan ekspor konsentrat tembaga yang memperluas ruang pengiriman.
Di sisi lain, bea masuk mencapai Rp50,2 triliun, namun melemah 5,3% yoy. Pelemahan ini dipengaruhi perlambatan pertumbuhan impor serta meningkatnya pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA), yang menurunkan tarif efektif bea masuk.