Minim Dukungan Regulator Jadi Kendala Utama Penerapan ESG

Rabu, 26 November 2025 | 16:19 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Minim Dukungan Regulator Jadi Kendala Utama Penerapan ESG
Sebanyak 58% perusahaan mengaku bahwa kurangnya dukungan dari regulator dan masalah biaya menjadi hambatan utama dalam penerapan ESG dalam praktik bisnis.

Sejumlah perusahaan Indonesia menganggap kurangnya dukungan pemerintah maupun regulator menjadi hambatan utama dalam penerapan ESG. Menurut laporan ESG Mandiri Institute (2024), sebanyak 58% perusahaan mengaku kurangnya dukungan regulator dan kendala biaya menjadi hambatan utama mereka ketika menerapkan ESG dalam praktik bisnis mereka. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya dukungan lebih besar dari pemerintah, termasuk penurunan biaya guna meningkatkan adopsi ESG dalam praktik bisnis.

Sebanyak 58% perusahaan mengaku bahwa kurangnya dukungan dari regulator dan masalah biaya menjadi hambatan utama dalam penerapan ESG dalam praktik bisnis. - (https://mandiri-research.ipa.bankmandiri.co.id/document/view/XShf/B-Universe)
Sebanyak 58% perusahaan mengaku bahwa kurangnya dukungan dari regulator dan masalah biaya menjadi hambatan utama dalam penerapan ESG dalam praktik bisnis. - (https://mandiri-research.ipa.bankmandiri.co.id/document/view/XShf/B-Universe)

Mandiri Institute juga mengungkapkan, pemenuhan KPI terkait ESG tak lagi menjadi hambatan utama pada 2024, meski masih memengaruhi 56% perusahaan. Selain itu, hambatan lainnya yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan ESG di antaranya adalah kurangnya pemahaman terkait ESG (45%), kurangnya ketersediaan data ESG (42%), hingga hambatan dalam mengintegrasi ESG dalam metodologi penilaian (32%). Di sisi lain, hanya 18% yang merasa bahwa ESG tidak relevan dengan strategi bisnis perusahaan.

Data Terkait

potensi-nikel-ri-dorong-kemandirian-energi-hilirisasi-hijau-jadi-kunci
Ekonomi

Potensi Nikel RI Dorong Kemandirian Energi, Hilirisasi Hijau Jadi Kunci

RI punya 23% cadangan nikel dunia, namun hilirisasi masih hadapi emisi 57-70 ton CO₂/ton dan tantangan ESG. Reformasi kebijakan dan EBT jadi kunci.

2 hari yang lalu

nilai-perusahaan-jadi-alasan-utama-menerapkan-esg
Ekonomi

Nilai Perusahaan Jadi Alasan Utama Menerapkan ESG

Mayoritas perusahaan mengimplementasikan ESG karena telah menjadi nilai perusahaan (87%) serta untuk memenuhi kepatuhan regulasi (80%).

1 Des 2025

perusahaan-ingin-bei-gelar-pelatihan-laporan-keberlanjutan
Ekonomi

Perusahaan Ingin BEI Gelar Pelatihan Laporan Keberlanjutan

Mayoritas perusahaan berharap BEI adakan lokakarya & pelatihan penyusunan laporan keberlanjutan (88%), sementara 68% perusahaan juga membutuhkan bimbingan teknis dari BEI.

20 Nov 2025

gri-menjadi-standar-utama-pelaporan-esg-di-perusahaan
Ekonomi

GRI Menjadi Standar Utama Pelaporan ESG di Perusahaan

Sebanyak 86% perusahaan mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) untuk pelaporan ESG, sementara hanya 6% yang berpatokan pada regulasi pemerintah.

18 Nov 2025

10-emiten-dengan-risiko-esg-terendah
Ekonomi

10 Emiten dengan Risiko ESG Terendah

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat skor risiko ESG terendah di Bursa Efek Indonesia, yakni 7,11 yang tergolong berisiko sangat rendah sekali.

18 Nov 2025