GRI Menjadi Standar Utama Pelaporan ESG di Perusahaan

Selasa, 18 November 2025 | 22:45 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
GRI Menjadi Standar Utama Pelaporan ESG di Perusahaan
Sebanyak 86% perusahaan mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) untuk pelaporan ESG, sementara hanya 6% yang berpatokan pada regulasi pemerintah.

Perusahaan di Indonesia mengadopsi sejumlah standar pelaporan Environmental Social, and Governance (ESG) sebagai acuan dalam menyusun laporan keberlanjutan mereka. Menurut laporan ESG Mandiri Institute pada 2024, sebagian besar perusahaan di Indonesia mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) dalam menyusun laporan keberlanjutannya (86%). 

Sebanyak 86% perusahaan mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) untuk pelaporan ESG, sementara hanya 6% yang berpatokan pada regulasi pemerintah. - (https://mandiri-research.ipa.bankmandiri.co.id/id/document/mi-gaz/B-Universe)
Sebanyak 86% perusahaan mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) untuk pelaporan ESG, sementara hanya 6% yang berpatokan pada regulasi pemerintah. - (https://mandiri-research.ipa.bankmandiri.co.id/id/document/mi-gaz/B-Universe)

Selain mengacu pada GRI, perusahaan-perusahaan di Tanah Air juga mengadopsi standar penilaian seperti protocol Gas Rumah Kaca (GRK) dan Task Force on Climate-related Financial Disclosure (TFCD) yang masing-masing sebesar 19% dan 16%.

Adapun, standar penilaian ESG lainnya seperti International Facing Reporting Standards atau IFRS (14%), Sustainability Accounting Standards Board/SASB (12%), dan Carbon Disclosure Project/CDP (10%) juga cukup banyak digunakan oleh perusahaan.

Meski demikian, sebanyak 6% perusahaan hanya mengacu pada panduan dari pemerintah atau regulator. Riset Mandiri Institute mengungkapkan, regulasi yang menjadi acuan perusahaan dalam menyusun standar pelaporan ESG salah satunya adalah POJK 51/2017. 
 

Data Terkait

potensi-nikel-ri-dorong-kemandirian-energi-hilirisasi-hijau-jadi-kunci
Ekonomi

Potensi Nikel RI Dorong Kemandirian Energi, Hilirisasi Hijau Jadi Kunci

RI punya 23% cadangan nikel dunia, namun hilirisasi masih hadapi emisi 57-70 ton CO₂/ton dan tantangan ESG. Reformasi kebijakan dan EBT jadi kunci.

2 hari yang lalu

nilai-perusahaan-jadi-alasan-utama-menerapkan-esg
Ekonomi

Nilai Perusahaan Jadi Alasan Utama Menerapkan ESG

Mayoritas perusahaan mengimplementasikan ESG karena telah menjadi nilai perusahaan (87%) serta untuk memenuhi kepatuhan regulasi (80%).

1 Des 2025

minim-dukungan-regulator-jadi-kendala-utama-penerapan-esg
Ekonomi

Minim Dukungan Regulator Jadi Kendala Utama Penerapan ESG

Sebanyak 58% perusahaan mengaku bahwa kurangnya dukungan dari regulator dan masalah biaya menjadi hambatan utama dalam penerapan ESG dalam praktik bisnis.

26 Nov 2025

perusahaan-ingin-bei-gelar-pelatihan-laporan-keberlanjutan
Ekonomi

Perusahaan Ingin BEI Gelar Pelatihan Laporan Keberlanjutan

Mayoritas perusahaan berharap BEI adakan lokakarya & pelatihan penyusunan laporan keberlanjutan (88%), sementara 68% perusahaan juga membutuhkan bimbingan teknis dari BEI.

20 Nov 2025

10-emiten-dengan-risiko-esg-terendah
Ekonomi

10 Emiten dengan Risiko ESG Terendah

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat skor risiko ESG terendah di Bursa Efek Indonesia, yakni 7,11 yang tergolong berisiko sangat rendah sekali.

18 Nov 2025