Kesenjangan akses digital di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 40% masyarakat belum dapat terhubung ke internet. Hambatan utama bukan hanya infrastruktur, melainkan keterbatasan perangkat dan rendahnya literasi digital.
Berdasarkan temuan APJII, sebanyak 43,62% responden menyatakan tidak memiliki perangkat yang bisa terkoneksi ke internet. Selain itu, 40,77% masyarakat mengaku belum mengetahui cara menggunakan perangkat digital meski tersedia akses jaringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan teknologi dan kemampuan memanfaatkannya masih menjadi persoalan mendasar.
Faktor lain yang turut memengaruhi rendahnya akses internet antara lain alasan ekonomi dan persepsi manfaat. Sebanyak 3,42% responden tidak melihat urgensi penggunaan internet, sementara 2,88% menilai harga kuota masih terlalu mahal. Di sisi lain, keterbatasan jaringan internet hanya menjadi kendala bagi 2,59% responden, mengindikasikan bahwa perluasan jaringan belum sepenuhnya menjawab masalah inklusivitas digital.
Selain itu, faktor lain seperti keterbatasan fisik (2,1%) dan alasan lain-lain (4,76%) juga berkontribusi terhadap rendahnya penetrasi internet. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penyediaan perangkat terjangkau dan peningkatan literasi digital agar transformasi digital dapat dirasakan lebih merata.