Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar sebagai agenda tahunan untuk memperkuat pemahaman ideologi bangsa di kalangan generasi muda. Kompetisi ini menyasar siswa SMA atau sederajat dari seluruh provinsi di Indonesia dengan cakupan materi yang komprehensif, meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, serta Ketetapan MPRS/MPR. Selain aspek konstitusional, para peserta juga akan diuji melalui wawasan pengetahuan umum serta dinamika isu nasional dan internasional guna membentuk pola pikir kritis dan analitis bagi calon pemimpin masa depan. LCC pertama kali digelar pada 2011 dan dicetuskan sebagai program pemasyarakatan, serta sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.
Melansir informasi dalam Terms of Reference (ToR) LCC 2025, mekanisme seleksi dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kota oleh Dinas Pendidikan, dilanjutkan ke tingkat provinsi dengan sistem gugur melalui kerja sama antara MPR RI dan dinas terkait. Menariknya, pada tahun 2025 terdapat pembaruan format di mana babak final nasional akan mengumpulkan perwakilan dari setiap provinsi di Ibu Kota. Transformasi lokasi ini bertujuan untuk meningkatkan prestise kompetisi sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam melihat pusat pemerintahan baru, sembari memupuk semangat kompetisi yang sehat, jujur, dan berintegritas di tingkat nasional.
Penyelenggaraan LCC ini melibatkan dewan juri berkompeten dari unsur Pimpinan Badan Sosialisasi MPR hingga pejabat eselon I dan II untuk menjamin kualitas serta objektivitas penilaian. Program ini tidak hanya sekadar ajang adu kecerdasan, tetapi juga berfungsi sebagai wadah penguatan identitas nasional dan peningkatan kualitas pendidikan karakter bagi pelajar. Melalui sistem pendukung yang mencakup monitoring ketat dan evaluasi pasca-seleksi, MPR RI berkomitmen memastikan sosialisasi empat pilar berjalan luas demi menumbuhkan rasa cinta Tanah Air yang mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Dalam penyelenggaraannya pada 2026 ini, LCC tengah mendapat sorotan tajam dari masyarakat, usai muncul kontroversi dalam pelaksanaan tingkat Kalimantan Barat. Video cuplikan lomba yang beredar di media sosial memicu perdebatan luas karena adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta yang dipandang memiliki substansi serupa.