Pemadaman listrik meluas melanda Kota Batam dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada Senin, 12 Oktober 2026, mulai sekitar pukul 06.30 WIB. Gangguan tersebut berdampak pada berbagai kawasan di Batam, termasuk Batam Kota, Bengkong, Sagulung, dan Sekupang. Gangguan pada sistem kelistrikan Batam–Bintan juga memengaruhi sebagian wilayah Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menyebut gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena penyebab pasti gangguan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Pemulihan pasokan listrik mulai berlangsung secara bertahap pada Senin malam, sekitar pukul 17.30–22.00 WIB. Sejumlah kawasan yang dilaporkan kembali memperoleh pasokan listrik antara lain Batam Centre, sebagian wilayah Tiban, Batuaji, Sagulung, Punggur, Batu Ampar, dan Baloi.
Hingga Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 04.00 WIB, sebanyak 406.083 dari total 411.219 pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik. Angka tersebut setara dengan sekitar 98,8% dari keseluruhan pelanggan yang terdampak. Sementara itu, sebanyak 5.127 pelanggan masih mengalami pemadaman.
Pada Rabu, 14 Oktober 2026, PT PLN (Persero) menyatakan pemulihan pasokan listrik di Batam telah mencapai 100%. Kendati demikian, pemulihan di wilayah sekitar, termasuk Bintan, masih berlangsung. PLN juga melanjutkan investigasi untuk memastikan penyebab gangguan yang memicu pemadaman meluas tersebut.
Peristiwa ini memperlihatkan besarnya dampak gangguan pada sistem kelistrikan terhadap pelanggan di sejumlah wilayah. Di sisi lain, penelusuran penyebab gangguan menjadi bagian penting untuk memahami sumber permasalahan dan mendukung upaya pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.