Persepsi Positif Publik terhadap Penegakan Hukum RI Merosot Tajam

Kamis, 30 Juli 2026 | 13:39 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Persepsi Positif Publik terhadap Penegakan Hukum RI Merosot Tajam
Persepsi Positif Publik terhadap Penegakan Hukum RI Merosot Tajam

Persepsi positif masyarakat terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam sembilan bulan terakhir. Berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tren kepercayaan publik terus melemah secara konsisten sejak akhir tahun lalu.

Pada survei November 2025, responden yang menilai penegakan hukum berjalan positif masih mencapai 42,5%. Angka tersebut kemudian merosot menjadi 30,8% pada periode Februari–Maret 2026, hingga akhirnya menyentuh level terendah sebesar 26,4% pada survei Juli 2026.

Di sisi lain, penilaian negatif masyarakat justru menunjukkan peningkatan yang nyata. Persentase warga yang menilai kondisi penegakan hukum buruk atau sangat buruk naik dari 25,7% pada November 2025 menjadi 34,9% pada awal 2026, dan terus melonjak hingga mencapai 37,6% pada Juli 2026.

Rincian temuan survei terbaru pada Juli 2026 mencatat bahwa hanya 1,9% responden yang menganggap penegakan hukum ‘sangat baik’ dan 24,5% menilai ‘baik’. Sementara itu, 30,2% menilai kondisi hukum berada di posisi ‘sedang’. Sebaliknya, kelompok yang menganggap penegakan hukum ‘buruk’ mencapai 28,6% dan ‘sangat buruk’ sebesar 9%. Sisanya, 5,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Pada keterangan dalam laman resminya, SMRC menjabarkan bahwa survei ini melibatkan WNI yang memiliki hak pilih secara nasional. Pengumpulan data dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan memilih 749 responden secara acak. Metode wawancara dilakukan melalui telepon sebesar 83,8 persen dan tatap muka sebesar 16,2 persen, menyesuaikan dengan proporsi pengguna ponsel di Indonesia. 

Persepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Penegakan Hukum RI - (SMRC/desain oleh Chat GPT/DATASATU)
Persepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Penegakan Hukum RI - (SMRC/desain oleh Chat GPT/DATASATU)

Data Terkait

jelang-hut-tni-2026-kepercayaan-publik-tembus-79
Sosial Budaya

Jelang HUT TNI 2026: Kepercayaan Publik Tembus 79%

Jelang HUT 2026, kepercayaan publik ke TNI tembus 79%. Tingginya legitimasi ini buah transformasi profesional usai lepas dari peran politik era Reformasi.

1 Okt 2026

penegakan-hukum-karhutla-disorot-167-laporan-masuk-proses-hukum
Lingkungan

Penegakan Hukum Karhutla Disorot, 167 Laporan Masuk Proses Hukum

Sebanyak 167 laporan karhutla ditangani sepanjang 1 Januari-3 September 2026, dengan 112 tersangka ditetapkan dan 4.738,49 ha area terbakar masuk proses hukum.

14 Sep 2026

survei-median-dpr-kurang-dipercaya-korupsi-jadi-masalah-utama
Politik

Survei Median: DPR Kurang Dipercaya, Korupsi Jadi Masalah Utama

Median merilis hasil riset terbaru mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap berbagai institusi dan persoalan yang harus diselesaikan.

2 Sep 2026

survei-median-sebut-mbg-jadi-program-terfavorit-namun-butuh-evaluasi
Sosial Budaya

Survei Median Sebut MBG Jadi Program Terfavorit, Namun Butuh Evaluasi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati urutan teratas sebagai program pemerintah yang paling disukai masyarakat.

2 Sep 2026

survei-median-catat-562-publik-puas-kinerja-prabowo-gibran
Politik

Survei Median Catat 56,2% Publik Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Sebanyak 56,2% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

2 Sep 2026

ruu-perampasan-aset-jadi-sorotan-ini-poin-yang-diperdebatkan
Hukum & Keamanan

RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan, Ini Poin yang Diperdebatkan

RUU Perampasan Aset ditarget selesai 15 Desember 2026, tetapi sejumlah aturan seperti NCB, kewenangan aparat, hingga pengelolaan aset masih menjadi perdebatan publik.

31 Agu 2026