Perumahan menjadi komoditas non makanan utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, dengan angka mencapai 9% di perkotaan dan 9,08% di pedesaan. Selain kebutuhan tempat tinggal, biaya energi seperti bensin dan listrik menempati posisi signifikan sebagai beban pengeluaran rumah tangga di kedua wilayah tersebut. Pola ini menunjukkan bahwa biaya kebutuhan dasar di luar makanan tetap didominasi oleh aspek hunian dan mobilitas yang memakan porsi besar dari pendapatan masyarakat ekonomi rendah.
Di sisi lain, sektor pendidikan mencatatkan andil sebesar 2,02% di wilayah perkotaan dan 1,25% di pedesaan. Meskipun angka ini terlihat lebih rendah dibandingkan komoditas primer lainnya, biaya pendidikan tetap menjadi beban yang nyata bagi kelompok masyarakat rentan, terutama di area urban. Kecilnya persentase tersebut mengindikasikan bahwa setelah pendapatan terserap habis untuk biaya rumah dan energi, ruang finansial yang tersisa bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi sangat terbatas.