Skor PISA 2025 Indonesia Naik Tipis

Rabu, 30 September 2026 | 05:40 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Skor PISA 2025 Indonesia Naik Tipis
Skor PISA 2025 Indonesia Naik Tipis

Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan performa rata-rata pelajar Indonesia usia 15 tahun relatif setara dengan capaian pada siklus 2022. Kemampuan sains dan membaca mencatatkan kenaikan masing-masing 6 poin, sementara kemampuan matematika turun tipis 2 poin. Kendati mengalami dinamika skor, posisi Indonesia secara global masih tertahan di papan bawah.

Merujuk data resmi OECD, skor literasi sains pelajar Indonesia naik dari 383 poin pada 2022 menjadi 389 poin pada 2025, menempatkan Indonesia di peringkat 73 dari 91 negara. Skor membaca juga bertambah dari 359 menjadi 365 poin dan berada di posisi 74 dari 90 negara. Sebaliknya, skor matematika turun dari 366 menjadi 364 poin, menempatkan Indonesia di urutan 78 dari 90 negara peserta. Seluruh skor tersebut masih berada di bawah rata-rata negara anggota OECD. Sementara itu, bidang baru pemecahan masalah berbasis komputasi (CPS) mencatatkan skor 427 poin.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyoroti kenaikan di dua bidang utama tersebut, terutama literasi sains yang menjadi fokus utama asesmen tahun ini dan mencatatkan skor tertinggi. Kenaikan nilai ini kian bermakna jika melihat indeks cakupan peserta didik (Coverage Index), yakni persentase remaja usia 15 tahun yang berhasil masuk ke dalam sistem sekolah formal. Saat pertama kali ikut serta pada 2003, indeks ketercakupan murid Indonesia baru mencapai 0,46, lalu melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90 pada 2025. Lompatan ini membuktikan adanya pemerataan akses bangku sekolah yang makin luas di tanah air, seiring kesiapan sarana digital sejak ujian beralih sepenuhnya ke tes berbasis komputer (CBT) mulai 2018.

Meski memperlihatkan tren perbaikan dibanding 2022 di dua bidang, capaian PISA 2025 secara umum masih berada di bawah catatan terbaik Indonesia pada 2015. Bila ditarik ke belakang, OECD mendata bahwa proporsi murid berkemampuan rendah atau di bawah batas kemahiran dasar (Level 2) justru membengkak signifikan dibanding 2015, yakni melonjak 18 persen di bidang membaca, 14% di bidang matematika, dan 7% di bidang sains.

Dalam peta persaingan kawasan Asia Tenggara sepanjang 2018 hingga 2025, capaian pelajar Indonesia belum mampu melampaui murid-murid di Thailand maupun Malaysia. Kesenjangan nilai antara Indonesia dan Thailand tercatat melebar hingga 14 poin untuk sains, kendati selisih di bidang membaca dan matematika tidak bergeser jauh.

Di sisi lain, Indonesia berhasil memangkas jarak ketertinggalan secara signifikan dari Malaysia di ketiga mata pelajaran. Selisih kemampuan matematika Indonesia terhadap Malaysia berhasil ditekan hampir separuhnya, yakni dari 62 poin menjadi 34 poin. Jarak nilai membaca juga menyusut dari 44 menjadi 28 poin, serta sains merapat dari 42 menjadi 32 poin. Tren ini menandakan laju perbaikan hasil belajar pelajar Indonesia berlangsung lebih cepat dibandingkan murid-murid di Malaysia.

Indeks PISA Indonesia 2025 - (OECD/DATASATU)
Indeks PISA Indonesia 2025 - (OECD/DATASATU)

Data Terkait

belanda-catat-angka-putus-belajar-tertinggi-di-kawasan-eropa
Pendidikan

Belanda Catat Angka Putus Belajar Tertinggi di Kawasan Eropa

Sebagian negara maju di Benua Biru mencatatkan angka penghentian studi yang cukup tinggi di kalangan usia muda hingga dewasa muda (15–34 tahun).

2 hari yang lalu

wacana-pendidikan-gratis-hingga-perguruan-tinggi-negeri
Pendidikan

Wacana Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Negeri

Presiden RI Prabowo Subianto mengutarakan rencana penyelenggaraan pendidikan gratis pada sekolah negeri mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

22 Sep 2026

ini-negara-dengan-biaya-pendidikan-gratis
Pendidikan

Ini Negara dengan Biaya Pendidikan Gratis

Belajar gratis di Eropa masih terbuka di negara seperti Jerman, Ceko, dan Polandia, umumnya dengan syarat bahasa lokal atau jenjang studi tertentu.

22 Sep 2026

pembangunan-sdm-2-tahun-kabinet-merah-putih-tata-kelola-perlu-dievaluasi
Politik

Pembangunan SDM 2 Tahun Kabinet Merah Putih, Tata Kelola Perlu Dievaluasi

Program pembangunan SDM pemerintah mencatat sejumlah capaian, dari MBG dan CKG hingga revitalisasi sekolah, namun tata kelola dan pelaksanaannya masih perlu dievaluasi.

21 Sep 2026

gelombang-phk-mayoritas-pekerja-indonesia-masih-lulusan-sd-ke-bawah
Ekonomi

Gelombang PHK, Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD ke Bawah

PHK mencapai 32.389 pekerja hingga semester I-2026. Di sisi lain, tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD ke bawah sebanyak 52,41 juta orang.

2 Agu 2026

spmb-2026-regulasi-kuota-dan-pengawasan-data-diperketat
Pendidikan

SPMB 2026, Regulasi Kuota dan Pengawasan Data Diperketat

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan dengan menerapkan aturan kuota daya tampung yang ketat di setiap jenjang pendidikan.

8 Jun 2026