Program pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia terus menunjukkan progres signifikan melalui penyelesaian Tahap I dan berjalannya pembangunan Tahap II. Berdasarkan data resmi Kementerian Sosial per Mei 2026, Sekolah Rakyat Tahap I telah berhasil mendirikan total 166 titik institusi yang tersebar di berbagai wilayah. Wilayah Jawa mendominasi sebaran lokasi dengan 70 titik, diikuti oleh Sulawesi 28 titik, Sumatera 25 titik, Kalimantan 13 titik, Maluku serta Bali & Nusa Tenggara masing-masing 7 titik, dan Papua sebanyak 6 titik.
Operasional Sekolah Rakyat Tahap I sendiri dibagi menjadi 3 gelombang utama, yakni Tahap 1A sebanyak 63 titik yang mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, Tahap 1B sebanyak 37 titik pada 1 Agustus 2025, dan Tahap 1C sebanyak 66 titik yang berjalan bertahap sejak September 2025. Saat ini, program Tahap I telah menampung lebih dari 14.936 siswa dari seluruh jenjang pendidikan dan diproyeksikan akan meluluskan sebanyak 453 siswa pada tahun 2026 ini.
Sementara itu, ekspansi program berlanjut pada Sekolah Rakyat Tahap II yang mencakup pembangunan di 104 titik baru di seluruh penjuru negeri. Distribusi lokasinya meliputi 40 titik di Jawa, 27 titik di Sumatera, 16 titik di Sulawesi, 12 titik di Kalimantan, serta masing-masing 3 titik di Kepulauan Maluku, Bali & Nusa Tenggara, dan Papua. Data dari Bakom RI, proyek ini juga mencatat percepatan pembangunan di beberapa wilayah yang sebelumnya tertinggal, seperti Singkawang, Brebes, Cilacap, Dharmasraya, dan Lombok Utara.
Hingga awal Juni 2026, progres fisik pembangunan untuk Tahap II dilaporkan telah mencapai hampir 70%. Setelah seluruh infrastruktur ini rampung, proyeksi daya tampung Sekolah Rakyat Tahap II diperkirakan mampu mengakomodasi lebih dari 112 ribu siswa, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Peningkatan kapasitas ini didorong oleh standarisasi fasilitas utama yang komprehensif di setiap titik institusi.
Fasilitas modern yang dibangun pada Tahap II ini mencakup gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, serta asrama siswa dan siswi. Selain menunjang kegiatan akademik, kompleks Sekolah Rakyat ini juga dilengkapi dengan lapangan upacara dan lapangan olahraga, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), gedung serba guna, area bermain, serta area parkir yang memadai demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswa.