Situasi keamanan yang belum menentu di kawasan Timur Tengah memaksa sejumlah maskapai penerbangan internasional memperpanjang penghentian operasional mereka hingga tahun 2027. Berdasarkan data pemantauan media DATASATU, terdapat enam maskapai penerbangan dunia yang menunda perjalanan ke sejumlah kota besar seperti Dubai, Tel Aviv, Riyadh, Doha, Bahrain, dan Abu Dhabi.
Air Canada memutuskan menangguhkan penerbangan menuju Tel Aviv dan Dubai hingga akhir Maret 2027. Langkah serupa diambil oleh Cathay Pacific yang menghentikan rute ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Januari 2027. Kedua maskapai tersebut memberikan opsi penjadwalan ulang, pengalihan rute, atau pengembalian dana penuh bagi calon penumpang yang terdampak.
Sementara itu, British Airways menunda jadwal penerbangan ke Bahrain hingga akhir Maret 2027 dan rute Abu Dhabi baru akan dibuka kembali pada musim dingin 2027–2028. Maskapai ini memilih memulihkan rute lain seperti Dubai, Doha, dan Tel Aviv lebih awal pada akhir 2026. Di sisi lain, American Airlines memperpanjang peringatan perjalanan dengan membuka kelonggaran perubahan jadwal tanpa biaya hingga April 2027 untuk Tel Aviv serta Januari 2027 untuk Doha.
Dua maskapai Eropa lainnya, Virgin Atlantic dan Finnair, juga memilih langkah hati-hati. Laporan The National menyebut, Virgin Atlantic menghentikan operasional rute Dubai hingga Oktober 2027 dan baru akan menjual tiket kembali pada akhir tahun ini. Sedangkan Finnair memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai dan Doha hingga 27 Maret 2027 menyusul kondisi di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.