Sebanyak 77 negara dilaporkan melakukan aksi walk out (WO) saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidatonya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 September 2026. Sikap diplomatik ini sontak menyita perhatian komunitas internasional karena melibatkan delegasi lintas kawasan.
Berdasarkan pemantauan DATASATU, delegasi yang keluar ruangan berasal dari Timur Tengah, Afrika, Asia, Amerika Latin, hingga Eropa. Beberapa di antaranya meliputi Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Iran, Afrika Selatan, Brasil, Kolombia, Cile, Spanyol, Irlandia, dan Bolivia. Luasnya spektrum kawasan tersebut memperlihatkan bahwa gelombang penolakan terhadap kebijakan Israel kini kian meluas di tingkat global.
Bagi Indonesia, langkah ini selaras dengan konsistensi politik luar negeri yang mendukung kemerdekaan Palestina. “Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di wilayah Palestina yang diduduki,” ujar Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, dikutip dari Beritasatu (28/9).
Isu kemerdekaan Palestina memang terus menjadi poros diplomasi Indonesia. Dalam pidatonya pada Juli 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan kembali bahwa kemerdekaan Palestina adalah hal mutlak yang tidak dapat ditawar.
Aksi WO massal 77 negara di forum tertinggi PBB ini menjadi penanda kuat bahwa isu Palestina tetap menempati prioritas utama dalam panggung politik internasional. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah kini tidak lagi terbatas pada urusan keamanan regional, melainkan secara nyata telah mengubah dinamika diplomasi global serta relasi Israel dengan komunitas dunia. (Vebriansyah Pratama Putra)