Kinerja ekspor mobil nasional masih menunjukkan pertumbuhan di tengah melambatnya pasar kendaraan dalam negeri. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 47,56 ribu unit pada Mei 2026 atau naik 31,4% secara tahunan (yoy).
Secara kumulatif, GAIKINDO melaporkan ekspor mobil CBU sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 0,21 juta unit. Dalam lima tahun terakhir, ekspor mobil CBU juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yakni melonjak 76,49% dari 0,29 juta unit pada 2021 menjadi 0,52 juta unit pada 2025.
Sementara itu, ekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) tercatat sebanyak 6,70 ribu set unit pada Mei 2026 atau turun 1,7% yoy. Di sisi lain, pengiriman komponen otomotif dari Indonesia ke berbagai negara mencapai 25,72 juta unit pada Mei 2026, meningkat 149% dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 112,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian penjualan kendaraan di pasar dalam negeri cenderung lesu sepanjang Mei 2025, yakni merosot hingga 14,3% secara bulanan menjadi 69,21 ribu unit. Kinerja ekspor yang tetap tumbuh mengindikasikan bahwa pasar global masih menopang industri otomotif nasional di tengah perlambatan penjualan di pasar domestik.