Sebanyak 375 dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia terancam risiko tinggi bencana kekeringan pada 2025. Data tersebut tercatat dalam laporan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) melalui platform inaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pada kategori risiko tinggi ini, skor kerawanan wilayah tercatat berada pada rentang 30,55 hingga 12,04. Kota Batam di Kepulauan Riau menempati urutan teratas dengan skor risiko tertinggi sebesar 30,55. Posisi kedua disusul oleh Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur dengan skor 28,30.
Selain kedua wilayah perkotaan tersebut, sejumlah kabupaten di wilayah barat Indonesia juga mencatatkan kerawanan serupa dengan skor masing-masing 26,40. Daerah-daerah itu antara lain Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Gayo Lues di Aceh, Langkat di Sumatera Utara, Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, Tanah Datar, serta Indragiri Hilir dan Kerinci.
Di sisi lain, tidak semua wilayah menghadapi ancaman kekeringan yang parah. Berdasarkan laporan yang sama, Kabupaten Karo di Sumatera Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan paling aman, mencatatkan skor terendah nasional yaitu sebesar 0,91.