Kebakaran TPA Marak Saat Kemarau, Ancam Kesehatan hingga Lingkungan

Kamis, 10 September 2026 | 10:31 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kebakaran TPA Marak Saat Kemarau, Ancam Kesehatan hingga Lingkungan
Dampak Kebakaran TPA Sepanjang Musim Kemarau, 2026

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kembali marak saat musim kemarau. Terbaru, TPA Galuga, Kabupaten Bogor, terbakar pada 7 September 2026 akibat timbulan sampah organik dan plastik yang menghasilkan gas metana (CH4), hingga api membakar area seluas 42 hektare (ha).

TPA Putri Cempo, Solo, juga terbakar sejak 2 September 2026 dengan luas lahan terdampak mencapai 6 ha. Kebakaran serupa juga terjadi di TPA Suwung, Denpasar, TPA Malabar, Cilacap, hingga TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, sepanjang musim kemarau.

Dampak Kebakaran TPA Sepanjang Musim Kemarau, 2026 - (WALHI & berbagai sumber/Melati Kristina/Desain ChatGPT)
Dampak Kebakaran TPA Sepanjang Musim Kemarau, 2026 - (WALHI & berbagai sumber/Melati Kristina/Desain ChatGPT)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat, gas metana dari pembusukan sampah organik yang terakumulasi menjadi salah satu penyebab utama kebakaran TPA. Sistem open dumping turut memicu pembentukan gas tersebut, sementara cuaca panas ekstrim meningkatkan potensi api meluas. 

TPA Cikolotok, Purwakarta, juga terbakar pada 3 Juli 2026 dengan proyeksi dampak seluas 1 hingga 2 ha akibat ledakan korek api dan gas di tumpukan sampah, yang kemudian diperluas tiupan angin kencang serta cuaca panas.

Temuan WALHI menunjukkan persoalan kebakaran TPA tak hanya berkaitan dengan kekeringan dan perubahan iklim, tetapi juga belum optimalnya infrastruktur pengelolaan sampah serta lemahnya pengurangan sampah dari sumbernya. 

Jarak TPA yang berdekatan dengan permukiman turut meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.

Menurut WALHI, kebakaran TPA menurunkan kualitas udara secara signifikan dan meningkatkan pencemaran air akibat limpasan air lindi yang berpotensi mencemari sungai & kawasan pesisir di sekitar lokasi. 

Sementara itu, Aliansi Zero Waste Indonesia mengungkapkan asap kebakaran dapat memicu gangguan pernapasan serta meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga asma. 

Anak-anak dan perempuan juga menjadi kelompok paling rentan terdampak sebab sistem pernapasan anak-anak masih dalam perkembangan. Sedangkan, pencemaran TPA dalam jangka panjang juga berpengaruh pada organ reproduksi perempuan.

Dari aspek sosial, kebakaran TPA menyebabkan warga harus mengungsi akibat paparan asap hingga mengganggu kegiatan sekolah dan aktivitas masyarakat di sekitar area TPA.

Pemulung yang mata pencahariannya bergantung pada TPA juga menghadapi risiko keselamatan kerja tanpa perlindungan sosial yang layak.

Data Terkait

el-nino-berlanjut-hingga-2027-bmkg-petakan-risiko-kekeringan-di-indonesia
Lingkungan

El Nino Berlanjut hingga 2027, BMKG Petakan Risiko Kekeringan di Indonesia

El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027. BMKG mencatat 54,5% luas daratan Indonesia telah memasuki kemarau, dengan risiko karhutla meningkat pada Agustus 2026.

31 Jul 2026

dorong-waste-to-energy-indonesia-belajar-dari-praktik-negara-maju
Ekonomi

Dorong Waste to Energy, Indonesia Belajar dari Praktik Negara Maju

Indonesia bisa belajar dari negara-negara maju yang telah membuktikan waste to energy mampu mengatasi permasalahan timbulan sampah sekaligus menghasilkan listrik.

10 Jul 2026

fasilitas-pengelolaan-sampah-didominasi-skala-komunitas-tpa-terbatas
Ekonomi

Fasilitas Pengelolaan Sampah Didominasi Skala Komunitas, TPA Terbatas

Fasilitas pengelolaan sampah Indonesia pada 2025 didominasi bank sampah dengan 14,9 ribu unit, sementara jumlah TPA hanya 385 unit secara nasional.

5 Feb 2026

pengelolaan-sampah-baru-347-target-rpjmn-2026-kian-sulit-tercapai
Ekonomi

Pengelolaan Sampah Baru 34,7%, Target RPJMN 2026 Kian Sulit Tercapai

Timbulan sampah nasional 2025 mencapai 23,84 juta ton per tahun, namun baru 34,7% yang terkelola. Capaian ini jauh di bawah target RPJMN.

5 Feb 2026

rumah-tangga-penyumbang-sampah-terbesar-capai-69-juta-ton-per-tahun
Ekonomi

Rumah Tangga Penyumbang Sampah Terbesar, Capai 6,9 Juta Ton per Tahun

Rumah tangga menyumbang lebih dari separuh sampah Indonesia pada 2025, yakni mencapai hampir 7 juta ton per tahun, disusul pasar dan sektor usaha.

4 Feb 2026