Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan tenaga medis, terutama dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis di berbagai daerah. Kebutuhan tersebut masih belum sebanding dengan ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dan ibu kota provinsi.
Untuk memenuhi kebutuhan dokter umum di 474 kabupaten/kota, Indonesia masih membutuhkan sekitar 84.781 dokter umum. Sementara itu, kebutuhan tambahan dokter gigi mencapai 127.580 tenaga untuk melayani 505 kabupaten/kota.
Kesenjangan juga terjadi pada tenaga dokter spesialis. Pemerintah mencatat masih dibutuhkan sekitar 55.712 dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di 481 kabupaten.
Kondisi tersebut semakin kompleks karena kelengkapan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan dasar masih menjadi persoalan. Hampir seluruh Puskesmas disebut belum memiliki secara lengkap 13 jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan secara optimal.
Prioritaskan Daerah Indonesia Timur
Pemerintah kini memprioritaskan pemenuhan tenaga medis di kabupaten/kota yang lokasinya jauh dari ibu kota provinsi. Fokus terutama diarahkan ke wilayah Indonesia Timur yang selama ini menghadapi tantangan lebih besar dalam mendapatkan akses terhadap tenaga kesehatan.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah dokter secara nasional, tetapi juga memperbaiki distribusi tenaga medis sehingga masyarakat di daerah terpencil memiliki akses pelayanan kesehatan yang lebih setara.
Buka Fakultas Kedokteran dan Program Spesialis
Sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah dalam 21 bulan terakhir untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.Pemerintah telah membuka 9 fakultas kedokteran baru serta 170 program studi dokter spesialis dan subspesialis. Penambahan kapasitas pendidikan kedokteran ini menjadi salah satu strategi untuk mempercepat produksi tenaga medis sekaligus mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter di Indonesia.