Negara yang Mendapat Izin Melintas di Selat Hormuz

Selasa, 7 April 2026 | 12:17 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Negara yang Mendapat Izin Melintas di Selat Hormuz
Data Kapal yang Diizinkan Masuk ke Selat Hormuz

Ketegangan di Selat Hormuz memunculkan pola diplomasi selektif oleh pihak Iran terhadap kapal-kapal mancanegara. Hingga awal April 2026, sejumlah negara Asia tercatat telah mengamankan izin perlintasan melalui kesepakatan bilateral dan diplomasi tingkat tinggi. Filipina, Pakistan, India, dan Malaysia berhasil menjamin keamanan armada mereka setelah melakukan komunikasi langsung antar-pemerintah. Sementara itu, Tiongkok dan Irak memanfaatkan kedekatan hubungan strategis sebagai pembeli energi utama dan mitra regional untuk tetap mengoperasikan kapal mereka di jalur krusial tersebut.

Oman memegang peran unik dengan mengelola salah satu dari dua jalur perlintasan yang masih terbuka melalui koordinasi langsung dengan Tehran. Di sisi lain, negara-negara yang memiliki keterkaitan dengan Barat mulai menunjukkan pergerakan meski dengan status yang lebih kompleks. Kapal kontainer CMA CGM Kribi asal Prancis dan kapal LNG milik Mitsui OSK Lines dari Jepang tercatat telah melintas. Keberhasilan perlintasan kapal-kapal ini diduga kuat merupakan hasil dari seruan gencatan senjata yang konsisten disuarakan oleh para pemimpin negara tersebut serta negosiasi ad hoc pihak perusahaan.

Data Kapal yang Diizinkan Masuk ke Selat Hormuz - (Media Monitoring DATASATU/desain oleh NotebookLM/DATASATU)
Data Kapal yang Diizinkan Masuk ke Selat Hormuz - (Media Monitoring DATASATU/desain oleh NotebookLM/DATASATU)

Turki menjadi negara terbaru yang mengonfirmasi keamanan armadanya di wilayah tersebut. Pemerintah Turki secara resmi menyatakan bahwa dua kapal mereka telah meninggalkan selat dengan aman pada 3 April 2026 berkat jalur diplomasi yang efektif dengan Iran. Secara keseluruhan, perlintasan di Selat Hormuz kini sangat bergantung pada kemampuan tiap negara dalam menavigasi hubungan diplomatik dengan otoritas Iran, di mana kepatuhan pada rute pesisir dan sistem pra-persetujuan menjadi syarat mutlak demi menghindari risiko militer.

Data Terkait

harga-avtur-melonjak-tiket-pesawat-domestik-bisa-naik-sampai-50
Ekonomi

Harga Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Domestik Bisa Naik Sampai 50%

Harga avtur melonjak hingga 95,22% sepanjang 2026. Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan fuel surcharge hingga maksimal 50% dari TBA.

16 Mei 2026

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026

update-situasi-selat-hormuz-as-lumpuhkan-kapal-tanker-iran
Internasional

Update Situasi Selat Hormuz: AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali meningkat. Pada 6 Mei 2026, militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz.

7 Mei 2026

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

kondisi-terbaru-selat-hormuz-iran-kembali-tutup-akses
Internasional

Kondisi Terbaru Selat Hormuz, Iran Kembali Tutup Akses

Situasi keamanan di jalur perdagangan maritim penting di dunia memasuki fase kritis. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada tanggal 18 April 2026.

20 Apr 2026

negosiasi-iranas-buntu-pakistan-dorong-kembali-jalur-diplomasi
Internasional

Negosiasi Iran–AS Buntu, Pakistan Dorong Kembali Jalur Diplomasi

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator setelah perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Selasa (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan dan memicu ketegangan kembali di Selat Hormuz.

16 Apr 2026