Maskapai Global Naikkan Harga Tiket Akibat Krisis Timur Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 | 17:00 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Maskapai Global Naikkan Harga Tiket Akibat Krisis Timur Tengah
Sejumlah maskapai penerbangan global merespons krisis di Timur Tengah dengan menaikkan harga tiket mereka.

Sejumlah maskapai penerbangan global merespons krisis di Timur Tengah dengan menaikkan harga tiket mereka, yang sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar pesawat (ATF). AirIndia & Air India Express dari India telah mengenakan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) mulai 12 Maret untuk rute domestik dan destinasi SAARC/ Asia Selatan, dengan kenaikan bertahap untuk penerbangan domestik dan internasional. Qantas dari Australia juga menaikkan harga tiket rute internasionalnya rata-rata sekitar 5%, setelah harga bahan bakar melonjak hingga 150% dalam dua minggu terakhir.

Sementara itu, maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand, memberlakukan kenaikan bertahap, yakni US$ 10 untuk rute domestik, US$ 20 untuk penerbangan internasional jarak pendek, dan US$ 90 untuk penerbangan jarak jauh. Maskapai ini juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan adanya penyesuaian tambahan jika harga bahan bakar terus tetap tinggi. 

Di Hong Kong, Hong Kong Airlines telah mulai menaikkan biaya tambahan bahan bakar per 12 Maret 2026, dengan kenaikan sebesar US$ 12,80 untuk penerbangan ke Bangladesh, Maladewa, dan Nepal, serta US$ 17,89 untuk penerbangan jarak jauh. AirAsia dari Asia Tenggara juga mengklaim telah menaikkan tarif dan menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar, meskipun angka pastinya tidak disebutkan secara spesifik.

Daftar Maskapai yang Menaikan Harga Tiket Akibat Krisis di Timur Tengah - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)
Daftar Maskapai yang Menaikan Harga Tiket Akibat Krisis di Timur Tengah - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

7 jam yang lalu

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

3 hari yang lalu

sektor-pendidikan-iran-lumpuh-akibat-serangan-udara-amerika-serikat
Internasional

Sektor Pendidikan Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat

Dunia pendidikan di Iran mengalami kehancuran masif menyusul rangkaian serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

4 hari yang lalu

di-tengah-krisis-energi-global-ri-punya-potensi-ebt-hingga-3600-gw
Ekonomi

Di Tengah Krisis Energi Global, RI Punya Potensi EBT Hingga 3.600 GW

Konflik Iran-AS picu lonjakan harga minyak hingga US$ 100/barel. RI percepat transisi EBT dengan potensi energi besar, terutama surya yang mencapai 3.315 GW.

27 Mar 2026

waspada-krisis-energi-ri-ikuti-jejak-china-islandia-kembangkan-ebt
Ekonomi

Waspada Krisis Energi, RI Ikuti Jejak China-Islandia Kembangkan EBT

Konflik Iran-AS picu lonjakan harga minyak mentah. RI percepat EBT lewat PLTS 100 GW, sedangkan China hingga Islandia telah beralih ke EBT terlebih dahulu.

26 Mar 2026

as-tawarkan-proposal-15-poin-untuk-akhiri-konflik-dengan-iran
Internasional

AS Tawarkan Proposal 15 Poin untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan Iran guna mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

25 Mar 2026