Dampak Serangan AS-Israel ke Iran Tekan Harga Minyak dan Ekonomi Dunia

Senin, 2 Maret 2026 | 18:49 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dampak Serangan AS-Israel ke Iran Tekan Harga Minyak dan Ekonomi Dunia
Serangan AS-Israel ke Teheran tewaskan Khamenei dan picu risiko lonjakan minyak, ancaman blokade Hormuz, inflasi global, hingga potensi resesi.

Serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Tak hanya memicu eskalasi militer, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi global, terutama sektor energi yang sangat bergantung pada stabilitas Timur Tengah.

Serangan AS-Israel ke Teheran tewaskan Khamenei dan picu risiko lonjakan minyak, ancaman blokade Hormuz, inflasi global, hingga potensi resesi. - (EIA & berbagai sumber/Karen Agatha)
Serangan AS-Israel ke Teheran tewaskan Khamenei dan picu risiko lonjakan minyak, ancaman blokade Hormuz, inflasi global, hingga potensi resesi. - (EIA & berbagai sumber/Karen Agatha)

Iran memegang posisi strategis dalam pasar energi dunia. Negara ini memiliki cadangan minyak terbesar keempat dan gas alam terbesar kedua secara global. Data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menunjukkan produksi minyak mentah Iran berada di kisaran 3,1 juta barel per hari. Meski lebih rendah dibandingkan puncak produksi tahun 1974 yang mencapai 6 juta barel per hari, volumenya tetap signifikan. Keunggulan lain terletak pada biaya produksi yang relatif murah, sekitar US$ 10 per barel, jauh di bawah biaya produsen Barat yang berada di kisaran US$ 40–60 per barel.

Perang Iran dengan Israel berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak yang menimbulkan efek berantai. Sektor transportasi, manufaktur, industri kimia, hingga pertanian sangat tergantung pada energi fosil. Ketika harga energi naik, biaya produksi terdorong meningkat dan pada akhirnya diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Tekanan inflasi pun tak terhindarkan, terutama bagi negara berkembang yang masih mengandalkan impor energi karena berisiko memperlebar defisit perdagangan serta menekan nilai tukar.

Risiko terbesar pasar saat ini terletak pada kemungkinan Iran memblokir Strait of Hormuz. Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari atau hampir 20% konsumsi global melewati jalur tersebut pada 2024. Jalur selebar 33–39 kilometer ini sangat rentan secara geografis, dengan kedalaman maksimal sekitar 60 meter. Jika gangguan pasokan mendorong harga kembali menembus US$ 100 per barel, dunia berpotensi menghadapi gelombang inflasi baru dan tekanan kebijakan moneter yang dapat menyeret ekonomi ke fase perlambatan bahkan resesi.

Data Terkait

perkembangan-terkini-as-serang-iran-yang-wajib-diketahui
Internasional

Perkembangan Terkini AS Serang Iran yang Wajib Diketahui

Ketegangan AS-Iran kembali memuncak setelah militer AS melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz.

13 Jul 2026

amerika-serikat-tolak-perpanjang-pakta-dagang-usmca
Internasional

Amerika Serikat Tolak Perpanjang Pakta Dagang USMCA

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump tidak memperpanjang pakta perdagangan USMCA untuk jangka waktu 16 tahun ke depan.

2 Jul 2026

konflik-as-dan-iran-memanas-di-selat-hormuz
Internasional

Konflik AS dan Iran Memanas di Selat Hormuz

Eskalasi militer antara AS dan Iran kembali memuncak setelah kedua belah pihak saling meluncurkan serangan udara pada akhir pekan, 27–28 Juni 2026.

30 Jun 2026

mou-amerika-serikat-iran-soroti-gencatan-senjata-dan-isu-nuklir
Internasional

MoU Amerika Serikat-Iran Soroti Gencatan Senjata dan Isu Nuklir

Pemerintah AS miliki MoU dengan Iran dengan 14 poin kesepakatan, termasuk penghentian operasi termasuk di Lebanon.

19 Jun 2026

peta-persaingan-global-perusahaan-pemasok-pengayaan-uranium-dunia
Internasional

Peta Persaingan Global Perusahaan Pemasok Pengayaan Uranium Dunia

Berdasarkan data World Nuclear Association, pasar pengayaan uranium komersial dunia saat ini masih didominasi oleh Rosatom asal Rusia.

12 Mei 2026

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026