Mayoritas Publik Minta MBG Dihentikan dan Ragukan Koperasi Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:38 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Mayoritas Publik Minta MBG Dihentikan dan Ragukan Koperasi Merah Putih

Riset terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan gelombang ketidakpuasan publik terhadap dua program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP). Kajian yang dihimpun secara simultan sepanjang 15 September hingga 9 Oktober 2026 ini menjaring aspirasi 1.142 responden dari berbagai provinsi, sekaligus melibatkan panel ahli lintas bidang.

Hasil riset mencatat sebanyak 76% atau sekitar tiga dari empat responden menghendaki program MBG dihentikan. Hanya 18% responden yang menyatakan tidak setuju penghentian program, sementara 6% lainnya memilih tidak tahu. Penilaian masyarakat ini sejalan dengan pandangan para ahli yang menilai MBG belum menghadirkan dampak positif nyata bagi publik.

Desakan penghentian program tersebut berbanding lurus dengan rentetan persoalan di lapangan. Berdasarkan monitoring Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) periode 2025 hingga awal Agustus 2026, tercatat 40.759 warga menjadi korban keracunan makanan akibat program MBG. Data berbasis verifikasi rekam medis puskesmas, RSUD, dan rilis resmi dinas kesehatan di 36 provinsi ini mencakup korban dari kalangan pelajar, guru, hingga ibu dan anak balita di posyandu. Rinciannya, sebanyak 28.103 korban tercatat sepanjang 2025 dan 12.656 korban terjadi pada rentang Januari hingga awal Agustus 2026.

Sentimen negatif serupa membayangi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dalam laporan CELIOS dari sisi pakar, sebanyak 91% responden ahli menilai rancangan dan implementasi KDMP belum memadai untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Hanya 3% ahli yang setuju dan 6% bersikap netral. Keraguan ini menular ke masyarakat luas; survei mencatat 66% publik tidak setuju dengan pelaksanaan KDMP, berbanding 21% yang setuju dan 13% tidak tahu.

Ketiadaan keyakinan publik terhadap KDMP tecermin dari carut-marut kesiapan manajerial. Data Simkopdes mencatat total 83.363 koperasi terbentuk, namun baru ditopang oleh 26.911 manajer aktif. Ribuan calon manajer memilih mundur atau memutus kontrak karena keberatan ditempatkan di luar domisili, lambatnya kepastian penempatan tugas, serta belum adanya jadwal operasional yang pasti saat proses perekrutan berlangsung. Meski dibayangi kendala operasional dan rendahnya kepercayaan publik, pemerintah tetap bersiap meresmikan operasional perdana 8.000 unit KDKMP secara serentak pada Kamis (15/10).

Penilaian Masyarakat Tentang Program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP - (CELIOS/DATASATU)
Penilaian Masyarakat Tentang Program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP - (CELIOS/DATASATU)

Data Terkait

dua-tahun-prabowo-gibran-industri-pengolahan-masih-jadi-penopang-utama-pdb
Ekonomi

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Industri Pengolahan Masih Jadi Penopang Utama PDB

Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,78% terhadap PDB pada kuartal II-2026. Namun, pertumbuhannya melambat menjadi 4,52%. Di sisi lain, kontribusi pertanian meningkat dari 9,99% pada kuartal IV-2024 menjadi 11,91% pada kuartal II-2026, sementara pertambangan turun dari 7,58% menjadi 6,43%.

6 Okt 2026

mesin-pertumbuhan-dua-tahun-prabowo-gibran
Ekonomi

Mesin Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran

Perekonomian Indonesia tetap tumbuh di kisaran 5% hingga Semester I-2026, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah menjadi sejumlah penopang utama. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II-2026, setelah tumbuh 5,61% pada Triwulan I-2026. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 mencapai 5,45%.

6 Okt 2026

janji-vs-realisasi-ekonomi-prabowo-gibran-sejauh-mana-target-tercapai
Ekonomi

Janji vs Realisasi Ekonomi Prabowo-Gibran: Sejauh Mana Target Tercapai?

Kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan capaian yang beragam sepanjang 2025 hingga Semester I 2026. Sejumlah indikator telah memenuhi atau bahkan melampaui target, tetapi beberapa indikator lainnya masih menghadapi kesenjangan cukup besar, terutama penciptaan lapangan kerja, kemiskinan, dan lifting minyak.

6 Okt 2026

evaluasi-kinerja-menteri-kabinet-merah-putih-komunikasi-perlu-perbaikan
Politik

Evaluasi Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih, Komunikasi Perlu Perbaikan

Penilaian kinerja menteri dan survei publik menunjukkan perlunya evaluasi kabinet, terutama pada eksekusi program, komunikasi, serta bidang ekonomi dan hukum.

23 Sep 2026

dua-tahun-prabowo-gibran-kenaikan-investasi-belum-dorong-serapan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kenaikan Investasi Belum Dorong Serapan Pekerja

Realisasi investasi naik 12,66% menjadi Rp 1.931,20 triliun pada 2025, tetapi serapan tenaga kerja turun 10,16% dari 2,46 juta menjadi 2,21 juta.

23 Sep 2026

dua-tahun-pemerintahan-prabowo-lapangan-usaha-tambah-jutaan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Usaha Tambah Jutaan Pekerja

Tenaga kerja diproyeksikan bertambah 6,04 juta orang pada 2026, dengan perdagangan menjadi sektor penyerap terbanyak, sementara real estat mengalami kontraksi.

22 Sep 2026