Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa pendekatan baru dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pria kelahiran Bogor, 7 Juli 1964 ini memadukan latar belakang pendidikan teknik dan ekonomi. Ia meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar master dan doktor di bidang ilmu ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat.
Sebelum mengemban amanat sebagai bendahara negara periode sejak 2025, Purbaya memiliki rekam jejak panjang di sektor industri, pasar modal, dan pemerintahan. Mengawali karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), ia kemudian lama berkiprah di Danareksa, mulai dari ekonom senior, Chief Economist, Direktur Utama PT Danareksa Securities, hingga jajaran direksi. Di ranah birokrasi, ia pernah dipercaya sebagai staf khusus ekonomi di berbagai kementerian koordinator, pejabat di Kantor Staf Presiden, deputi di Kemenko Marves, serta menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS periode 2020–2025.
Purbaya langsung membuat gebrakan likuiditas awal pada September 2025 dengan menempatkan dana negara senilai Rp 200 triliun pada lima bank mitra, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Langkah berani ini bertujuan mendongkrak likuiditas perbankan sekaligus memutar roda perekonomian nasional. Baginya, orientasi APBN kini digeser agar tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas keuangan, melainkan menjadi instrumen ekspansif yang aktif menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Dampak kebijakan tersebut terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,39% pada kuartal IV 2025, naik ke 5,61% pada kuartal I 2026, lalu berada di 5,29% pada kuartal II 2026 akibat tekanan kondisi global. Menkeu optimistis Indonesia telah keluar dari tren stagnan pertumbuhan 5% dan menargetkan ekonomi mampu bergerak mendekati 6%.
Guna mewujudkan target tersebut, investasi diposisikan sebagai motor utama dengan target pertumbuhan sekitar 7%, melibatkan Danantara serta mendorong peran swasta. Sementara itu, rencana kerja Kemenkeu 2027 difokuskan pada pembaruan sistem pajak dan bea cukai, percepatan belanja produktif, serta pengendalian utang. Seluruh arah kebijakan ini turut didukung strategi komunikasi yang optimistis untuk membangkitkan rasa percaya diri masyarakat dan pelaku usaha agar tetap aktif berbelanja serta berinvestasi. Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo resmi mencopot Purbaya dari posisi menteri keuangan dan menggantinya dengan Suahasil Nazara.