Penyaluran Biodiesel B50 Capai 94% SPBU Pertamina

Jumat, 11 September 2026 | 13:14 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Penyaluran Biodiesel B50 Capai 94% SPBU Pertamina
Penyaluran Biodiesel B50 Capai 94% SPBU Pertamina

Penyaluran bahan bakar biodiesel B50 di Indonesia terus mencatatkan kemajuan pesat menjelang penerapan penuh pada Oktober 2026. Data terkini menunjukkan sebanyak 94% atau sekitar 6.050 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina telah menyalurkan B50 kepada masyarakat. Sementara itu, 6% sisanya atau sekitar 362 SPBU masih berada dalam masa transisi menghabiskan stok B40 sebelum batas akhir relaksasi pada 30 September 2026.

Secara volume, penyaluran B50 kini telah mencapai sekitar 3,40 juta kiloliter (KL). Angka ini melengkapi realisasi penyaluran B40 periode Januari hingga Juli 2026 yang sebesar 7,27 juta KL, sehingga total bahan bakar nabati yang telah beredar di tanah air menyentuh 10,69 juta KL. Untuk menjamin kelancaran pasokan, pemerintah memperkirakan kebutuhan minyak kelapa sawit olahan atau FAME berada di kisaran 16,8 hingga 18,0 juta KL sepanjang tahun 2026.

Distribusi bahan bakar ramah lingkungan ini sudah menjangkau hampir seluruh wilayah nusantara dengan tingkat kesiapan yang bervariasi. Wilayah Jawa Bagian Barat memimpin kesiapan SPBU sebesar 99%, disusul Jawa Bagian Tengah dengan 98%. Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatra Bagian Utara, serta Sulawesi kompak mencatatkan tingkat penyaluran 96%. Adapun Kalimantan berada di angka 95%, Sumatra Bagian Selatan 93%, serta Maluku dan Papua mencapai 65%.

Penerapan B50 di berbagai sektor pengguna juga menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Uji teknis untuk kendaraan bermotor, alat dan mesin pertanian, alat berat tambang, kapal laut, hingga mesin pembangkit listrik atau genset dinyatakan telah rampung sepenuhnya. Saat ini, pengujian hanya menyisakan sektor perkeretaapian yang masih berjalan sebelum program B50 resmi berjalan penuh di seluruh Indonesia.

Update Terbaru Distribusi B50 - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Update Terbaru Distribusi B50 - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

hentikan-impor-solar-lewat-b50-pemerintah-bidik-bioetanol
Ekonomi

Hentikan Impor Solar Lewat B50, Pemerintah Bidik Bioetanol

Penerapan B50 sukses hentikan impor solar dan hemat devisa Rp170 T. Keberhasilan ini mendorong pemerintah menargetkan mandatori bioetanol mulai 2027.

4 hari yang lalu

program-b50-dorong-konsumsi-sawit-domestik-ekspor-berpotensi-tertekan
Ekonomi

Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan

Implementasi B50 diproyeksi meningkatkan konsumsi sawit domestik, namun perlambatan produksi berpotensi menekan ruang ekspor CPO Indonesia hingga akhir 2026.

14 Jul 2026

mandatori-b50-berlaku-ini-proyeksi-kebutuhan-sawit-menuju-b100
Ekonomi

Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Mandatori B50 resmi berjalan. Pemerintah menyiapkan transisi ke B60 dan B100, sehingga penguatan pasokan sawit dan produktivitas kebun jadi kunci keberlanjutan.

14 Jul 2026

b50-resmi-dijalankan-kesiapan-teknis-dan-infrastruktur-telah-diuji
Ekonomi

B50 Resmi Dijalankan, Kesiapan Teknis dan Infrastruktur Telah Diuji

Mandatori B50 resmi diluncurkan setelah dinyatakan layak diterapkan. Program ini diproyeksikan menghemat devisa senilai Rp 170 triliun.

14 Jul 2026

mari-ketahui-perbedaan-antara-b40-dan-b50
Hukum & Keamanan

Mari Ketahui Perbedaan Antara B40 dan B50

ESDM resmi menerapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50% FAME dan 50% solar untuk mendukung ketahanan energi.

10 Jul 2026

perjalanan-b50-dari-uji-teknis-menuju-implementasi-nasional-2026
Ekonomi

Perjalanan B50: Dari Uji Teknis Menuju Implementasi Nasional 2026

Pemerintah menargetkan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari program mandatori biodiesel nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

18 Jun 2026