Hentikan Impor Solar Lewat B50, Pemerintah Bidik Bioetanol

Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:22 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Hentikan Impor Solar Lewat B50, Pemerintah Bidik Bioetanol
Hentikan Impor Solar Lewat B50, Pemerintah Bidik Bioetanol

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menerapkan mandatori bahan bakar nabati B50 sejak 1 Juli 2026. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menghentikan total impor bahan bakar minyak (BBM) terkhusus solar murni (zero import solar/B0), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Program ini mengandalkan bauran 50% minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan 50% bahan bakar solar, dengan dukungan penuh dari 26 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) serta 32 Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM).

Kebijakan B50 dilatarbelakangi oleh kebutuhan solar nasional yang mencapai 38 juta hingga 39 juta kiloliter (KL) per tahun, sementara kapasitas produksi kilang domestik untuk solar murni (B0) hanya berkisar 19 juta sampai 20 juta KL per tahun.  "Kita harus mencari seluruh potensi sumber daya alam kita. Pertama, kita sudah sukses menjalankan program B50. Total konsumsi solar kita per tahun itu mencapai 38 sampai 39 juta kiloliter. Sebelum diterapkan B50 kita masih mengimpor karena produksi B0 di dalam negeri hanya sekitar 19 sampai 20 juta kiloliter. Dengan memakai B50 yang merupakan campuran CPO ini, alhamdulillah kita tidak lagi mengimpor solar di tahun ini. Jadi untuk persoalan solar sudah clear." ujar Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/8). 

Keberhasilan swasembada solar tersebut ditopang oleh alokasi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang mencapai 20,1 juta KL pada tahun 2026, sehingga Indonesia mampu sepenuhnya melepaskan ketergantungan impor solar dari luar negeri. Berdasarkan data terkini hingga awal September 2026, realisasi penyaluran B50 secara nasional sudah menembus angka 3,4 juta KL. Dari sisi rantai pasok dan infrastruktur hilir, sekitar 90% jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), atau setara dengan 6.050 unit SPBU, telah aktif menyalurkan bauran B50 kepada masyarakat.

Hingga akhir tahun 2026, pemerintah menargetkan total volume penyaluran B50 dapat mencapai rentang 16,8 juta hingga 18 juta KL. Selain memperkokoh pasokan energi domestik, implementasi program B50 terbukti memberikan kontribusi masif terhadap perekonomian dengan estimasi penghematan devisa negara mencapai Rp 170 triliun.

Melihat capaian positif pada komoditas solar, pemerintah berencana mereplikasi pendekatan serupa pada bahan bakar bensin dengan mendorong mandatori bioetanol. “Karena kita sudah berangkat dari keberhasilan B50, maka kita akan mendorong pemanfaatan bioetanol. Sesuai arahan Bapak Presiden, pada tahun 2027–2028 kita akan mulai mandatori sekitar 20% (E20), dan ke depan target jangka panjangnya akan kita dorong hingga E50,” tambah Bahlil. (Vebriansyah Pratama Putra)

Perkembangan Implementasi B50 - (Investor Daily Summit 2026/DATASATU)
Perkembangan Implementasi B50 - (Investor Daily Summit 2026/DATASATU)

Data Terkait

penyaluran-biodiesel-b50-capai-94-spbu-pertamina
Hukum & Keamanan

Penyaluran Biodiesel B50 Capai 94% SPBU Pertamina

Penyaluran bahan bakar biodiesel B50 di Indonesia terus mencatatkan kemajuan pesat menjelang penerapan penuh pada Oktober 2026.

11 Sep 2026

program-b50-dorong-konsumsi-sawit-domestik-ekspor-berpotensi-tertekan
Ekonomi

Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan

Implementasi B50 diproyeksi meningkatkan konsumsi sawit domestik, namun perlambatan produksi berpotensi menekan ruang ekspor CPO Indonesia hingga akhir 2026.

14 Jul 2026

mandatori-b50-berlaku-ini-proyeksi-kebutuhan-sawit-menuju-b100
Ekonomi

Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Mandatori B50 resmi berjalan. Pemerintah menyiapkan transisi ke B60 dan B100, sehingga penguatan pasokan sawit dan produktivitas kebun jadi kunci keberlanjutan.

14 Jul 2026

b50-resmi-dijalankan-kesiapan-teknis-dan-infrastruktur-telah-diuji
Ekonomi

B50 Resmi Dijalankan, Kesiapan Teknis dan Infrastruktur Telah Diuji

Mandatori B50 resmi diluncurkan setelah dinyatakan layak diterapkan. Program ini diproyeksikan menghemat devisa senilai Rp 170 triliun.

14 Jul 2026

mari-ketahui-perbedaan-antara-b40-dan-b50
Hukum & Keamanan

Mari Ketahui Perbedaan Antara B40 dan B50

ESDM resmi menerapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50% FAME dan 50% solar untuk mendukung ketahanan energi.

10 Jul 2026

perjalanan-b50-dari-uji-teknis-menuju-implementasi-nasional-2026
Ekonomi

Perjalanan B50: Dari Uji Teknis Menuju Implementasi Nasional 2026

Pemerintah menargetkan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari program mandatori biodiesel nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

18 Jun 2026