Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan

Selasa, 14 Juli 2026 | 23:38 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan
Tren Ekspor CPO di Indonesia, 2021-2026

Indonesia mulai mengimplementasikan program mandatori B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sekaligus kedaulatan energi nasional. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program tersebut, diperlukan sekitar 17,9 juta ton sawit dengan kebutuhan lahan sekitar 2,3 juta hektare. 

Pemerintah juga telah menyiapkan roadmap peningkatan campuran biodiesel hingga B100, yang diperkirakan membutuhkan 35,9 juta ton sawit sebagai bahan baku.

Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) dalam laporan Outlook Industri Sawit Indonesia memproyeksikan konsumsi domestik minyak sawit pada kuartal III-2026 meningkat 12,9% secara tahunan (yoy) menjadi 7,2 juta ton. Menurut IPOSS, kenaikan tersebut terutama didorong oleh sektor biodiesel, sehingga kebutuhan minyak sawit untuk program biodiesel diperkirakan melonjak 22,83% yoy menjadi 4,25 juta ton pada kuartal III-2026.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi domestik berpotensi memengaruhi kinerja ekspor sawit nasional karena produksi diperkirakan melambat hingga akhir kuartal III-2026. IPOSS memperkirakan produksi kumulatif minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) hingga akhir kuartal III-2026 mencapai 37,1 juta ton, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 38,08 juta ton. 

Meski demikian, tren ekspor CPO Indonesia dalam lima tahun terakhir masih menunjukkan pertumbuhan positif. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor CPO meningkat 18,40% menjadi 2,96 juta ton pada 2025 dengan nilai ekspor mencapai US$ 3,09 miliar. Sementara hingga April 2026, ekspor CPO telah mencapai 0,98 juta ton dengan nilai US$ 1,06 miliar.

Tren Ekspor CPO di Indonesia, 2021-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tren Ekspor CPO di Indonesia, 2021-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Implementasi B50 diperkirakan akan semakin memperbesar penyerapan sawit di dalam negeri. Karena itu, peningkatan produktivitas perkebunan hingga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor menjadi faktor penting agar program biodiesel dapat berjalan tanpa mengurangi daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.

Data Terkait

mandatori-b50-berlaku-ini-proyeksi-kebutuhan-sawit-menuju-b100
Ekonomi

Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Mandatori B50 resmi berjalan. Pemerintah menyiapkan transisi ke B60 dan B100, sehingga penguatan pasokan sawit dan produktivitas kebun jadi kunci keberlanjutan.

16 jam yang lalu

b50-resmi-dijalankan-kesiapan-teknis-dan-infrastruktur-telah-diuji
Ekonomi

B50 Resmi Dijalankan, Kesiapan Teknis dan Infrastruktur Telah Diuji

Mandatori B50 resmi diluncurkan setelah dinyatakan layak diterapkan. Program ini diproyeksikan menghemat devisa senilai Rp 170 triliun.

18 jam yang lalu

mari-ketahui-perbedaan-antara-b40-dan-b50
Hukum & Keamanan

Mari Ketahui Perbedaan Antara B40 dan B50

ESDM resmi menerapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50% FAME dan 50% solar untuk mendukung ketahanan energi.

4 hari yang lalu

perjalanan-b50-dari-uji-teknis-menuju-implementasi-nasional-2026
Ekonomi

Perjalanan B50: Dari Uji Teknis Menuju Implementasi Nasional 2026

Pemerintah menargetkan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari program mandatori biodiesel nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

18 Jun 2026

bioetanol-ri-belum-kompetitif-keberhasilan-brasil-bisa-jadi-acuan
Ekonomi

Bioetanol RI Belum Kompetitif, Keberhasilan Brasil Bisa Jadi Acuan

Transisi energi bersih kian cepat, namun pemanfaatan bioetanol RI belum optimal. Keberhasilan Brasil sebagai produsen terbesar kedua dunia dapat jadi acuan.

9 Apr 2026

mitigasi-geopolitik-pemerintah-rilis-8-kebijakan-efisiensi-energi
Ekonomi

Mitigasi Geopolitik, Pemerintah Rilis 8 Kebijakan Efisiensi Energi

Konflik AS-Iran mendorong krisis energi seiring melonjaknya harga minyak. Pemerintah kemudian meluncurkan kebijakan efisiensi energi sebagai antisipasi.

8 Apr 2026