Kemitraan strategis antara Indonesia dan Thailand semakin diperkuat melalui pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8). Pertemuan resmi ini menyepakati peta jalan kemitraan strategis (Roadmap on Strategic Partnership) periode 2026–2030 sebagai panduan kerja sama kedua negara untuk lima tahun ke depan. Selain itu, disepakati pula MoU di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melansir data Kementerian Luar Negeri RI, kerja sama Indonesia-Thailand di sektor ekonomi memiliki nilai mencapai USD 17,41 miliar pada tahun 2024. Meskipun sempat mengalami defisit, posisi perdagangan Indonesia membaik hingga mencatat surplus sebesar USD 147,1 juta pada tahun 2025. Untuk menjaga tren positif ini, kedua negara berupaya menghilangkan berbagai hambatan dagang melalui rencana pertemuan komite perdagangan bersama (Joint Trade Committee).
Kerja sama ekonomi juga mencakup sektor pertanian, perikanan, industri halal, hingga proyek lingkungan. Kedua negara berkolaborasi menstabilkan harga karet alam dunia serta menghadapi kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit. Selain kerja sama antarpemerintah, kolaborasi sektor swasta turut diperkuat, seperti proyek pengolahan sampah organik antara Bio-Axel dan Pro-Konsilium, investasi SCG Trading di sektor petrokimia, hingga ekspansi startup asal Indonesia seperti Gojek dan Traveloka ke Thailand.
Pada bidang konektivitas dan pariwisata, komitmen diperkuat lewat kerja sama Tourism Authority of Thailand dengan maskapai TransNusa, melengkapi rute penerbangan langsung yang sudah ada seperti Medan–Phuket dan Jakarta–Bangkok. Rute wisata religi dan tur kapal pesiar juga terus dikembangkan. Di samping itu, perundingan terkait batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tetap dilanjutkan demi kepastian hukum perairan.
Sektor sosial, pendidikan, dan kesehatan turut menjadi fokus utama. Kedua negara menjalin kemitraan riset, program pertukaran pelajar, hingga rencana pembangunan koridor medis di Bali dan Batam. Sementara itu, bagi sekitar 2.000 warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Thailand, KBRI Bangkok secara aktif memberikan layanan pendampingan hukum serta perlindungan dari kejahatan lintas negara seperti penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang.