Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif yang signifikan melalui penguatan status Special Strategic Partnership. Puncak kerja sama ekonomi ditandai dengan implementasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership (IK-CEPA) yang menargetkan nilai perdagangan hingga USD 30 Miliar. Hingga November 2024, volume perdagangan bilateral telah menyentuh angka USD 18,37 Miliar dengan capaian surplus bagi Indonesia sebesar USD 368,98 Juta.
Sektor investasi turut menjadi pilar utama dengan realisasi mencapai USD 2,4 Miliar sepanjang Januari hingga September 2024 yang mencakup 6.473 proyek strategis. Korea Selatan kini menduduki peringkat ketujuh investor terbesar di tanah air, dengan fokus ekspansi pada industri kunci seperti pembangunan klaster baja, petrokimia, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Kerja sama ini diperkuat oleh keterlibatan raksasa industri seperti Hyundai, LG Energy Solution, dan kemitraan strategis Krakatau Steel dengan Posco.
Selain dimensi ekonomi, kolaborasi kedua negara meluas ke sektor pertahanan, energi transisi, hingga mobilitas tenaga kerja melalui sistem EPS yang telah berjalan sejak 2004. Upaya modernisasi alutsista seperti produksi bersama kapal selam Changbogo dan pesawat T-50i menjadi bukti kepercayaan tingkat tinggi. Di sisi lain, sektor pariwisata juga bangkit dengan kunjungan 393.677 turis asal Korea Selatan ke Indonesia hingga akhir 2024, mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,44 persen dibandingkan periode sebelumnya.