Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia terus bergulir sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Berdasarkan data Media Monitoring DATASATU, sejumlah kepala daerah dan pejabat kementerian ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum atas berbagai modus pelanggaran. Kasus yang menjerat para pejabat ini didominasi oleh dugaan pemerasan, penerimaan gratifikasi, suap proyek infrastruktur, jual beli jabatan, hingga penyelewengan dana insentif daerah.
Gelombang penindakan ini menyasar pejabat dari tingkat kabupaten hingga kementerian pusat. Di tingkat pusat, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) terjerat dugaan pemerasan sertifikasi K3, sementara Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim terseret kasus dugaan pemerasan dokumen keimigrasian pada Juni 2026. Di tingkat provinsi, mantan Gubernur Riau Abdul Wahid terlibat kasus pemerasan dinas PU dengan nilai fantastis, sementara mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ditahan terkait dugaan korupsi dana participating interest (PI) 10% di sektor energi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Sementara itu, korupsi di tingkat daerah juga marak terjadi melalui modus suap proyek dan komitmen fee. Bupati Kolaka Abdul Azis, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, dan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tercatat terjerat kasus suap terkait proyek pembangunan fasilitas publik dan pengadaan barang/jasa. Di sisi lain, kasus yang melibatkan penyelewengan wewenang dan jual beli jabatan juga menyeret sejumlah nama seperti Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sadewo, serta Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang perkaranya masih dalam tahap penyelidikan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2026. Serangkaian operasi senyap tersebut berhasil menjaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait pengadaan jasa outsourcing, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, serta Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dengan pengamanan bukti uang tunai ratusan juta rupiah. Tak lama berselang, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo juga diringkus bersama belasan orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan di bulan April 2026.