Sejumlah kementerian di Indonesia mulai memberlakukan langkah efisiensi ketat sebagai bentuk antisipasi terhadap dinamika global di Eropa dan Timur Tengah yang mengganggu suplai energi. Kementerian Pertahanan menjadi salah satu instansi yang mengambil langkah konkret dengan memberlakukan skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi pegawainya. Kebijakan ini difokuskan untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta mengatur sumber daya berbasis prioritas demi menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Langkah penghematan serupa juga dilakukan oleh Kementerian Sosial yang menyasar belanja operasional dan kegiatan seremonial. Kemensos kini membatasi penggunaan listrik, pendingin ruangan (AC), alat tulis kantor, hingga biaya rapat rutin. Selain itu, penundaan agenda seremonial yang tidak mendesak dilakukan agar anggaran dapat dialihkan sepenuhnya untuk program prioritas masyarakat, seperti penyaluran bantuan sosial (Bansos) dan respon cepat penanggulangan bencana yang tetap harus terjaga kekuatannya.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri fokus pada pengetatan belanja perjalanan dinas bagi kepala daerah dan aparatur pemerintah daerah. Kemendagri memberikan instruksi tegas untuk mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak serta mendorong budaya hemat energi dengan mematikan lampu dan AC di ruang kerja yang tidak terpakai. Seluruh pengalihan anggaran operasional ini bertujuan agar dana negara dapat dikonversi menjadi program yang langsung berdampak dan bersifat pro-rakyat di seluruh penjuru tanah air.